Presiden & CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, mengungkapkan proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar US$137,7 miliar terhadap perekonomian Indonesia.

Proyek energi raksasa tersebut juga berpotensi menyerap hingga 12.000 tenaga kerja pada puncak fase konstruksi.

>>> Bahlil: Pupuk Indonesia Bangun Pabrik di Saumlaki, Manfaatkan Gas Masela

Pernyataan itu disampaikan Ueda dalam seremoni groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

"Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura pada tahun 2025, proyek energi ABADI diperkirakan akan menyumbang sekitar 137,7 miliar dolar AS bagi perekonomian nasional dan berpotensi menyerap hingga 12.000 tenaga kerja pada puncak fase konstruksi," ungkapnya.

Kapasitas Produksi dan Teknologi CCS

Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi yang dioperatori oleh INPEX melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd.

Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, serta dilengkapi fasilitas produksi kondensat hingga 35.000 barel per hari dan pasokan gas sekitar 150 juta kaki kubik per hari untuk kebutuhan domestik.

Pengembangan proyek juga mengusung teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) yang ditujukan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia.

Menurut Ueda, LNG Abadi Masela akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan energi di kawasan Indo-Pasifik.

"Proyek ini akan berfungsi sebagai landasan bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang, serta menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Selain itu, melalui pasokan energi yang dihasilkan, ini merupakan proyek yang sangat penting yang berkontribusi terhadap ketahanan energi di Jepang dan di seluruh kawasan Indo-Pasifik.