Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengawal pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp144,67 miliar di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Pengawalan dilakukan agar anggaran tersebut dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

>>> Presiden Argentina Protes Kapal Perang Inggris Dekati Malvinas

Tim Koordinator Wilayah Sumatera Barat Satgas PRR menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Solok dan jajaran perangkat daerah, dilanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak bencana.

Langkah itu bertujuan memastikan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Fokus Program dan Realisasi Anggaran

Program yang menjadi fokus meliputi pembangunan infrastruktur, hunian tetap (huntap), rehabilitasi lahan pertanian, serta pemulihan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan penyediaan air bersih.

Kabupaten Solok telah menerima tambahan TKD 2026 secara penuh sebesar Rp144,67 miliar. Dari total tersebut, Rp2 miliar dialokasikan sebagai bantuan keuangan kepada Kabupaten Aceh Tengah.

Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi anggaran mencapai 17,35 persen atau sekitar Rp25,09 miliar.

Penyerapan terbesar berasal dari sektor ekonomi, sementara sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masih dalam tahap percepatan.

Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan akan mempercepat pelaksanaan proyek-proyek prioritas agar serapan anggaran meningkat pada triwulan berjalan.

>>> Pratikno Kenang Sosok Rachmat Gobel di Tahlil 7 Hari

Proyek prioritas meliputi pembangunan jalan, jembatan, jaringan irigasi, hunian tetap, serta fasilitas pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.

Percepatan di Sektor Perumahan dan Pertanian

Di sektor perumahan, lokasi pembangunan 180 unit hunian tetap telah ditetapkan sesuai Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk).