Lahan pembangunan telah siap dan memperoleh persetujuan BPN, sehingga proses konstruksi diharapkan segera dimulai.

Di sektor pertanian, Pemkab Solok melaporkan sekitar 80 hektare sawah mengalami kerusakan berat akibat bencana.

Sebanyak 16 hektare telah dibersihkan dari material sedimen, sedangkan 64 hektare lainnya diusulkan penyesuaian status kerusakan agar memenuhi syarat memperoleh bantuan rehabilitasi dari Kementerian Pertanian.

Hasil peninjauan lapangan menunjukkan normalisasi Sungai Saniang Baka sepanjang sekitar 20 kilometer dan Sungai Batang Muaro Bungai sepanjang sekitar 15 kilometer masih menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi risiko banjir dan sedimentasi.

Upaya rehabilitasi layanan dasar juga terus berlangsung, meliputi penanganan tujuh sistem penyediaan air minum (SPAM), rehabilitasi delapan sekolah terdampak, serta percepatan pemulihan berbagai infrastruktur publik.

>>> KPK Rampung Analisis Laporan Penerimaan Amplop oleh Raja Juli

Satgas PRR memfasilitasi koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum/BBWS V untuk percepatan normalisasi sungai dan penguatan tebing, serta dengan Kementerian Pertanian terkait percepatan penanganan lahan pertanian terdampak.