Arab Saudi tengah mengalami transformasi besar melalui program Saudi Vision 2030. Perubahan tidak hanya terlihat dari infrastruktur megah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pemerintah Arab Saudi mendorong diversifikasi ekonomi agar tidak bergantung pada sektor minyak. Salah satu fokus utamanya adalah membangun ekosistem logistik modern yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

>>> Indomie Kembali Jadi Merek Favorit Warga Indonesia Versi Brand Footprint 2026

Seiring berkembangnya e-commerce, kebutuhan akan pengiriman cepat dan fleksibel terus meningkat. Layanan last-mile delivery kini menjadi bagian penting dalam bisnis dan kebutuhan masyarakat.

Jutaan UKM di Arab Saudi mulai mengandalkan solusi logistik berbasis teknologi. Hal ini membantu memangkas biaya operasional sekaligus mempercepat distribusi barang kepada pelanggan.

Lalamove Resmi Beroperasi di Riyadh

Melihat perubahan tersebut, berbagai perusahaan teknologi logistik mulai memperluas jangkauan ke Arab Saudi. Salah satunya adalah Lalamove, platform pengiriman on-demand yang resmi meluncurkan layanan di Riyadh.

Didirikan di Hong Kong pada 2013, Lalamove menghubungkan pengguna dengan mitra pengemudi melalui aplikasi. Pengguna dapat memilih berbagai jenis kendaraan, dari sedan hingga truk, sesuai kebutuhan.

Platform ini menyediakan fitur pemesanan instan, pengiriman terjadwal, pelacakan real-time, dan layanan multi-stop. Layanan multi-stop memungkinkan satu perjalanan mengantarkan barang ke beberapa tujuan sekaligus.

Chief Operating Officer Lalamove, Paul Loo, mengatakan Arab Saudi memiliki posisi strategis sebagai penghubung perdagangan antara Asia, Eropa, dan Afrika.

Kehadiran layanan ini diharapkan membantu UKM berkembang dan membuka peluang ekonomi baru.

>>> Pemerintah Turunkan Suku Bunga KUR dari 22 Persen ke 8 Persen

Model bisnis berbasis aplikasi juga menciptakan kesempatan bagi mitra pengemudi untuk memperoleh penghasilan dengan waktu kerja yang lebih fleksibel.