Amerika Serikat menyetujui potensi penjualan senjata senilai US$1,96 miliar (sekitar Rp33,5 triliun) kepada Arab Saudi di tengah perang dengan Iran yang kembali memanas.

Kementerian Luar Negeri AS juga akan memberikan dukungan pemeliharaan militer terpisah senilai US$484 juta (Rp10,5 triliun) untuk Kuwait.

>>> Teks Khutbah Jumat Bahasa Jawa Bulan Safar 17 Juli 2026: Pentingnya Muhasabah Diri di Tengah Mitos dan Fakta

Paket penjualan ke Arab Saudi mencakup hingga 10.000 unit sistem pemandu udara-ke-udara Advanced Precision Kill Weapon System II (APKWS-II) dan 10.000 unit sistem pemandu udara-ke-darat APKWS-II.

Selain itu, paket tersebut meliputi peluncur, hulu ledak, motor roket, sekering, suku cadang, komponen perbaikan, dokumentasi teknis, peralatan pelatihan, serta layanan dukungan logistik.

Kontraktor utama penjualan senjata ke Arab Saudi adalah BAE Systems yang berbasis di Nashua, New Hampshire.

>>> Leandro Trossard Resmi Tinggalkan Arsenal, Gabung Besiktas dengan Kontrak 3 Tahun

Secara terpisah, Washington menyetujui kemungkinan penjualan militer luar negeri senilai US$484 juta kepada Kuwait untuk pemeliharaan pesawat angkut C-17 beserta perlengkapan terkait.

Paket untuk Kuwait mencakup komponen, suku cadang, aksesori pesawat, peralatan modifikasi dan pendukung, suku cadang pengganti dan perbaikan, peralatan penanganan di darat, perangkat komunikasi, dukungan perangkat lunak, dokumentasi teknis, pelatihan, serta layanan logistik.

Bantuan senjata ini diberikan AS saat sejumlah negara Arab, termasuk Kuwait, terus terseret perang AS melawan Iran.

>>> ASN Nias Tewas dari Lantai 12, Diduga Diperas Dua Perempuan

Dalam sepekan terakhir, Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah yang berada di beberapa negara seperti Kuwait.