Momen Langka Trump Puji dan Ucap Terima Kasih ke Iran Meski Lagi Perang
Presiden Donald Trump secara terbuka memuji dan mengucapkan terima kasih kepada Iran, meskipun kedua negara sedang kembali berperang dalam sepekan terakhir.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menghargai itikad baik Iran karena akhirnya membebaskan warga AS yang ditahan Teheran secara ilegal sejak 2024.
>>> Karina aespa Ceritakan Diet Ekstrem Turun 4 Kg Sehari, Ini Kata Dokter
"Iran telah mengizinkan warga negara Amerika, yang ditahan secara tidak sah pada Desember 2024 di bawah kepresidenan Joe Biden yang lamban, untuk meninggalkan negara itu," tulis Trump pada Rabu (15/7).
"Ia sekarang berada di luar Iran dengan selamat, dan dalam kondisi baik. Amerika Serikat menghargai isyarat niat baik ini dari Iran!"
lanjutnya.
Trump tidak membeberkan identitas warga AS itu, hanya menyebut bahwa orang tersebut adalah seorang perempuan.
Pengacara Jared Genser mengatakan perempuan itu adalah Dena Karari, kliennya yang terjebak di Iran atas tuduhan palsu.
Genser menyatakan Karari saat ini aman dan sedang dalam perjalanan kembali ke AS. Ia menyebut kliennya bebas berkat upaya luar biasa Trump.
>>> Parkir Bus Kepagian, Blunder Fatal Tuchel di Inggris vs Argentina
Karari adalah warga negara AS-Iran yang menjalankan organisasi nirlaba Children of Mehr Foundation.
Akun media sosial yayasan itu mendeskripsikan diri sebagai LSM yang memberdayakan anak-anak melalui pendidikan, kreativitas, dan kesempatan.
Genser menambahkan bahwa Karari sedang mengunjungi keluarganya saat ditahan dan diinterogasi Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran.
Perempuan tersebut sempat mengalami kesulitan fisik dan psikologis yang besar selama ditahan.
Pembebasan ini terjadi di tengah gempuran masif pasukan AS ke Iran dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah pihak menyebut serangan AS sebagai alat negosiasi agar Iran memenuhi kemauan mereka.
>>> Komdigi: 6,8 Juta Nomor HP Registrasi Biometrik Rekam Wajah
Iran tidak tinggal diam, mereka meluncurkan balasan dengan menyerang pangkalan AS di negara-negara Arab dan menegaskan tidak ada niat bernegosiasi saat ini.
Update Terbaru
Tak Cukup Lagi Tutup Situs: Pemerintah Amputasi 'Leher' Judi Online
Kamis / 16-07-2026, 14:03 WIB
Reo Mikage: Pewaris Tunggal yang Bertekad Jadi Striker Dunia
Kamis / 16-07-2026, 14:03 WIB
Nonton Better Late Than Single S2 Sub Indo Full Episode Kualitas HD dan Bocoran Sinopsisnya
Kamis / 16-07-2026, 14:03 WIB
Porsi Kredit Produktif Pindar Susut Jadi 33,70%, Makin Jauh dari Target OJK
Kamis / 16-07-2026, 13:49 WIB
Ketua DPP PDIP Tiru Gaya Jokowi: Saya Diam, Saya Diam Tapi Sekarang Saya Akan Lawan!
Kamis / 16-07-2026, 13:49 WIB
10 Emiten dengan Konsentrasi Kepemilikan Tertinggi di Daftar HSC BEI
Kamis / 16-07-2026, 13:49 WIB
FIFGROUP Siapkan Dana Bergulir Rp1,89 Miliar untuk 524 UMKM pada 2026
Kamis / 16-07-2026, 13:49 WIB
OnePlus N6x Segera Hadir di India dengan Spesifikasi 'Familiar'
Kamis / 16-07-2026, 13:46 WIB
Aktris The Ring Meninggal sebagai Gelandangan, Ternyata Punya Harta Rp 7 M
Kamis / 16-07-2026, 13:46 WIB
Louis Vuitton Rilis Trophy Trunk Baru untuk Piala Dunia FIFA 2026
Kamis / 16-07-2026, 13:46 WIB
Innova Zenix Hybrid Resmi Jadi Armada Baru Bluebird, Lebih Irit dan Nyaman
Kamis / 16-07-2026, 13:41 WIB
Spotify Rilis Chatbot AI, Bisa Ngobrol dan Minta Rekomendasi Lagu
Kamis / 16-07-2026, 13:41 WIB
Mayapada Hospital Kuningan Luncurkan International Care Concierge untuk Komunitas Global
Kamis / 16-07-2026, 13:28 WIB
Cerita dari SDN Hanya Satu Murid Baru di Kampung KB Ciamis
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB







