Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah mulai menyusun rencana invasi ke Kuba, meskipun perang dengan Iran belum berakhir dan kembali memanas dalam sepekan terakhir.

Media CBS News mengutip sumber yang menyebutkan bahwa para perencana militer AS telah meneliti berbagai opsi untuk tindakan terhadap Kuba, termasuk serangan udara yang melibatkan ribuan tentara.

>>> Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras

Serangan udara tersebut rencananya akan dilakukan oleh Divisi Lintas Udara ke-101, satu-satunya unit yang terlatih untuk misi semacam itu.

Namun, para pejabat AS menekankan bahwa perencanaan itu belum berarti pemerintahan Trump atau Pentagon telah memutuskan untuk meluncurkan operasi militer ke Kuba.

Laporan juga menyebutkan bahwa setiap tindakan militer terhadap Kuba akan menghadapi tantangan besar karena sumber daya militer AS masih terikat pada operasi melawan Iran.

Para sumber mengatakan tindakan militer terhadap Kuba tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat, mengingat pesawat, aset intelijen, dan kemampuan lain dialihkan ke Timur Tengah untuk operasi baru ke Iran.

Tekanan Diplomatik dan Militer

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terus mendukung transisi diplomatik menuju pemerintahan teknokrat Kuba yang bersedia melakukan reformasi ekonomi.

>>> WN Singapura Cekik Pacar di Bali Hingga Tewas, Pelaku Ditangkap

Namun, upaya tersebut terhenti meskipun AS meningkatkan tekanan finansial ke militer Kuba dan konglomeratnya.

Dalam pernyataan pekan lalu, Rubio mengatakan rezim dan 'elit korup' Kuba terus menolak reformasi dan malah melanggengkan kendali total mereka dengan berpegang pada ideologi Marxis yang bangkrut.

Sejak periode kedua kepresidenannya, Trump telah menargetkan sejumlah negara termasuk Kuba, dan bahkan pernah mengatakan AS sempat mempertimbangkan intervensi ke negara tersebut.

Sebelumnya, pada awal tahun, AS melancarkan agresi militer ke Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro yang kini mendekam di penjara New York.

>>> Iran Lancarkan Serangan Siber ke HP Tentara AS di Timur Tengah

Pada Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan ke Iran yang memicu perang meluas di Timur Tengah hingga saat ini.