Militer Amerika Serikat kembali terlibat dalam aksi militer di perairan Teluk Arab. Kali ini, mereka menembaki sebuah kapal tanker yang berlayar menuju pelabuhan Iran.

Peristiwa itu terjadi di tengah memanasnya kembali ketegangan antara AS dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Kapal tanker tersebut diketahui menuju Pulau Kharg, Iran.

>>> Fenomena SDN Minim Murid, Komisi X DPR Beri Catatan Buat Pemerintah

Kapal Abaikan Peringatan

Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut kapal tanker M/T Belma berbendera Curacao melintasi perairan internasional. Kapal itu tidak membawa muatan.

Dalam rilis resmi, CENTCOM mengatakan kapal komersial tersebut mengabaikan beberapa peringatan. Kapal itu dinilai mencoba melanggar blokade yang diberlakukan AS.

AS kemudian meluncurkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal. Tindakan itu bertujuan untuk melumpuhkan kapal agar tidak melanjutkan perjalanan menuju Iran.

Blokade terhadap kapal-kapal yang menuju atau dari pelabuhan Iran mulai diberlakukan kembali pada Selasa lalu. Langkah ini merupakan bagian dari perintah Presiden AS Donald Trump untuk menekan Iran.

>>> Luke Vickery Resmi Ambil Sumpah WNI, Satu Langkah Lagi Bela Timnas Indonesia

Selama 24 jam pertama blokade, CENTCOM mengaku telah mengalihkan dua kapal komersial yang patuh. Sementara satu kapal yang tidak patuh berhasil dinonaktifkan.

Pasukan AS menyatakan akan terus waspada dan siap memastikan kepatuhan penuh terhadap blokade. Mereka menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, AS dan Iran sempat sepakat melakukan gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman (MoU). MoU itu berisi penghentian pertempuran dari semua front dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing.

>>> KPK Periksa Tenaga Ahli Bobby Rizaldi dan Dirjen PKN V BPK

Namun, AS tercatat beberapa kali melanggar MoU tersebut. Mereka bahkan menargetkan infrastruktur sipil, yang merupakan kejahatan perang.