Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup. Penutupan jalur perairan strategis ini akan berlangsung hingga Amerika Serikat memenuhi semua syarat yang diajukan Teheran.

Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Mohammad Akrami-Nia, menyatakan bahwa kendali penuh atas Selat Hormuz harus berada di bawah otoritas Iran.

>>> Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Pusat Penyaluran Bansos dan Barang Subsidi

Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita Mehr News Agency.

Akrami-Nia menekankan bahwa Washington harus mematuhi sejumlah ketentuan jika ingin jalur perairan tersebut kembali beroperasi normal.

"AS harus mematuhi ketentuan dalam kesepakatan kerangka perdamaian bulan lalu, menghentikan tindakan bermusuhan, dan menerima aturan Iran yang mengatur Selat Hormuz," ujarnya pada Kamis.

Ia juga menegaskan bahwa tekanan militer dari pihak Amerika tidak akan mengubah keputusan Teheran.

"Aksi militer AS yang terus berlanjut tidak akan memaksa Iran untuk membuka kembali jalur perairan tersebut," tegasnya.

>>> Rumor Perceraian Song Joong Ki Dipicu Video Rekayasa AI

Eskalasi Konflik Bersenjata

Pernyataan keras dari militer Iran ini menyusul gelombang baru ledakan yang dilaporkan mengguncang beberapa kota di Iran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan telah meluncurkan serangan tambahan ke wilayah Iran.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut ditargetkan untuk melumpuhkan kemampuan militer Iran yang dianggap mengancam keselamatan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai respons, militer Iran membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di berbagai wilayah.

>>> Ramalan Zodiak Cinta 16 Juli: Aries Redam Cemburu, Scorpio Jangan Mengecewakan

Eskalasi konflik bersenjata ini terus memanas meskipun kedua belah pihak sebelumnya telah menyepakati kerangka kerja perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan untuk mencapai penyelesaian berkelanjutan.