Rosan: Return Investasi di Indonesia Masih Kompetitif, Tarik Minat Asing
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa tingkat keuntungan investasi di Indonesia masih dinilai kompetitif oleh para investor.
Hal ini menjadi salah satu daya tarik utama di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
>>> 7 Jenis Sepatu Nyaman ke Kantor, Stylish dan Tidak Bikin Kaki Lelah
Pernyataan tersebut disampaikan Rosan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, berdasarkan komunikasi rutin pemerintah dengan investor dalam dan luar negeri, Indonesia dinilai mampu memberikan internal rate of return (IRR) yang menarik.
"Investor melihat bahwa return investasi di Indonesia masih acceptable. Dari sisi internal rate of return, Indonesia masih sangat kompetitif," ujar Rosan.
Ia menambahkan, setiap investor memahami bahwa investasi selalu mengandung risiko. Selama risiko tersebut dapat diukur atau calculated risk, investor tetap tertarik menanamkan modal.
Selain return yang kompetitif, investor juga mempertimbangkan stabilitas ekonomi, politik, dan sosial Indonesia yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara di ASEAN.
Rosan menjelaskan, foreign direct investment (FDI) merupakan komitmen jangka panjang yang tidak bisa keluar masuk setiap saat. Oleh karena itu, faktor stabilitas menjadi pertimbangan utama.
>>> 5 Aplikasi Penghasil Uang Tahun 2026, Saldo Dana Tambahan Mudah Didapat
Pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing investasi melalui reformasi regulasi dan penyederhanaan perizinan.
Salah satu langkahnya adalah penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 28 yang memberikan kepastian waktu dalam proses penerbitan izin melalui mekanisme service level agreement (SLA) dengan kementerian dan lembaga terkait.
Menurut Rosan, kepastian tersebut diapresiasi investor karena memberikan kejelasan dan mengurangi ketidakpastian dalam berusaha.
Pemerintah juga tengah mengintegrasikan sistem perizinan di 18 kementerian dan lembaga secara elektronik.
Ke depan, sistem itu akan diperkuat dengan blockchain dan kecerdasan buatan (AI) agar layanan investasi lebih cepat, transparan, dan efisien.
>>> Bayaran IShowSpeed dari FIFA Tembus Rp406 Miliar untuk Siaran Piala Dunia 2026
"Kita terus melakukan reformasi agar iklim investasi semakin baik. Negara-negara lain juga melakukan hal yang sama, sehingga Indonesia harus terus meningkatkan daya saingnya," kata Rosan.
Update Terbaru
Sojourner Truth State Park Resmi Buka Area Renang Danau Sophia
Kamis / 16-07-2026, 16:29 WIB
Argentina Kalahkan Inggris, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia
Kamis / 16-07-2026, 16:28 WIB
Sean Combs Jual Rumah Mewah di Miami Seharga Rp 880 Miliar
Kamis / 16-07-2026, 16:28 WIB
Polisi: Ada 4 Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Baru Satu Meledak
Kamis / 16-07-2026, 16:28 WIB
Wamendagri Ribka Haluk Tinjau Infrastruktur Strategis Papua Selatan
Kamis / 16-07-2026, 16:28 WIB
Iran Ancam Serang Infrastruktur AS di Timur Tengah jika Ganggu Selat Hormuz
Kamis / 16-07-2026, 16:28 WIB
John Herdman Puas TC Timnas Indonesia di Bali, Singgung Fondasi Jelang Piala AFF 2026
Kamis / 16-07-2026, 16:26 WIB
Honda Pindahkan Produksi Skutik Listrik UC3 ke Vietnam
Kamis / 16-07-2026, 16:26 WIB
Basuki Ungkap 170 Proyek IKN Fokus pada Kualitas dan Keselamatan
Kamis / 16-07-2026, 16:26 WIB
Delta Force Season Meltdown Hadirkan Kolaborasi dengan Rainbow Six Siege
Kamis / 16-07-2026, 16:22 WIB
JY Park Akhiri Enam Tahun Hiatus dengan Single Musim Panas 'WET'
Kamis / 16-07-2026, 16:21 WIB
Kepentingan Elite di Balik Tarik Ulur RUU Perampasan Aset
Kamis / 16-07-2026, 16:21 WIB
Tragedi 12 Persen Penguasaan Bola, Awal Kehancuran Taktik Inggris
Kamis / 16-07-2026, 16:21 WIB
KPK Geledah 'Safe House' Bupati Sukoharjo di Laweyan Solo
Kamis / 16-07-2026, 16:21 WIB







