Argentina memastikan tempat di final Piala Dunia setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada Rabu (15/7) di Atlanta Stadium.

Kemenangan ini membuat mereka akan bertemu Spanyol pada Minggu, 19 Juli, di East Rutherford, New Jersey.

>>> Sean Combs Jual Rumah Mewah di Miami Seharga Rp 880 Miliar

Kemenangan ini menjaga peluang Argentina untuk memenangkan Piala Dunia secara beruntun dan gelar keempat berturut-turut di turnamen besar, setelah sukses di Copa América 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024.

Anthony Gordon membawa Inggris unggul lebih dulu pada menit ke-55.

Namun, Enzo Fernandez menyamakan kedudukan untuk Argentina, dan Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan di waktu tambahan memanfaatkan umpan Lionel Messi.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengomentari kemenangan dramatis tersebut, yang mengikuti comeback terlambat melawan Mesir di turnamen sebelumnya. "Kami pikir laga melawan Mesir adalah puncaknya," ujar Scaloni.

Scaloni menambahkan bahwa tim sangat mengandalkan motivasi internal dan usaha keras, bukan rasa percaya diri berlebihan. "Kami unik, dan itu bukan kesombongan, melainkan hati," katanya.

Pertandingan ditutup dengan reaksi emosional dari Martinez, yang menyelesaikan musim klub sebagai pencetak gol terbanyak Serie A 2025-26 bersama Inter.

"Saya tidak tahu, sejujurnya…" ujarnya, terhenti karena emosi.

Martinez mengungkapkan mimpinya sejak kecil. "Ini sangat kuat.

Saya selalu bermimpi mencetak gol ini sejak ayah membelikan sepatu bola pertama saya," katanya.

Ia juga berterima kasih kepada keluarganya. "Untuk ibu saya, yang ketika saya pergi ke Racing, tidak pernah berhenti merapikan tempat tidur saya.

>>> Polisi: Ada 4 Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Baru Satu Meledak

Bagi saya, itu lebih berarti dari gol atau final," ujarnya.