Perdebatan mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) di dunia open source kembali memanas. Kali ini, Linus Torvalds, pencipta Linux, angkat bicara secara langsung.

Dalam diskusi di mailing list kernel Linux, Torvalds memberikan tanggapan keras terhadap sejumlah kontributor yang menolak AI dalam proses pengembangan.

>>> Nonton Film Cek Khodam(2026) di Bioskop Bukan LK21: Saat Hantu Kalah Sama Cicilan, Dibintangi Jirayut!

Ia mengatakan bahwa siapa pun yang tidak setuju bebas melakukan fork terhadap Linux atau meninggalkan proyek tersebut.

"Fork it or leave," ujar Torvalds. Pernyataan ini langsung menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa ia tidak berniat melarang penggunaan AI di proyek Linux.

Linux Bukan Proyek Anti AI

Menurut Torvalds, Linux bukanlah proyek yang anti terhadap AI. Ia menilai AI sudah terbukti membantu menemukan bug yang mungkin terlewat oleh manusia.

Ia mengingatkan bahwa manusia sendiri sering melakukan kesalahan.

Mengkritik AI hanya karena sesekali mengalami halusinasi bukanlah alasan yang cukup kuat untuk menolak seluruh manfaat teknologi tersebut.

Perdebatan ini bermula dari penggunaan Sashiko, sebuah AI generatif yang bertugas mereview patch atau perubahan kode yang dikirimkan developer ke kernel Linux.

Salah satu kontributor lama, Laurent Pinchart, menganggap hasil review AI seharusnya tidak langsung dikirim ke developer. Bahkan muncul usulan agar developer diberi opsi menolak review dari AI.

>>> Bahlil: 60% Gas Masela untuk Domestik, Pupuk hingga PLN Kebagian

Argumennya, tidak semua developer nyaman dengan AI dan beberapa organisasi open source mulai mengeluarkan panduan yang lebih berhati-hati terhadap penggunaan Large Language Model (LLM).

Usulan tersebut langsung memicu perdebatan.

Meski tampak mendukung AI, Torvalds bukan berarti mendukung tanpa syarat.