Aktivis India Sonam Wangchuk telah menjalani mogok makan selama 19 hari di New Delhi hingga Rabu, 15 Juli 2026.

Aksi ini dilakukan untuk mendukung gerakan pemuda yang menuntut keadilan atas kebocoran soal ujian nasional.

>>> Julia Garner dan Mark Foster Dikabarkan Berpisah Setelah 6 Tahun Menikah

Mogok makan tersebut bertujuan memperkuat tuntutan Cockroach Janta Party (C. J.

P. ), sebuah gerakan yang dipimpin Gen Z.

Nama gerakan ini muncul setelah seorang hakim menyamakan pemuda India dengan kecoak.

C. J.

P. terbentuk setelah pemerintah membatalkan ujian masuk kedokteran nasional pada Mei akibat kebocoran soal.

Pembatalan itu memicu kemarahan atas buruknya pengelolaan pendidikan dan tingginya angka pengangguran.

>>> Persib dan Bek Timnas Irak Frans Putros Resmi Berpisah

Wangchuk, yang hanya bertahan dengan air dan garam sejak 28 Juni, bergabung dalam protes untuk menuntut akuntabilitas, reformasi sistem ujian, dan pengunduran diri menteri pendidikan India.

"Korban tidak pernah menyuarakan diri mereka sendiri," kata Wangchuk dalam wawancara telepon dari lokasi protes. "Kali ini, untuk perubahan, anak muda melakukannya.

Bagaimana mungkin saya tidak mendukung mereka?"

Aktivis itu menjelaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan advokasi seumur hidupnya untuk reformasi pendidikan. "Saya tidak memilih isu ini hari ini.

Saya memilih isu ini 40 tahun lalu ketika saya memutuskan bekerja di bidang pendidikan," ujarnya.

>>> Mitsubishi Xforce Hybrid Diklaim Tembus 1.000 Km dengan Sekali Isi Bensin

Protes yang masih berlangsung ini menuntut perubahan struktural pada sistem ujian masuk universitas dan pemerintahan yang sangat kompetitif di India.