Daging merah menjadi bahan utama berbagai hidangan Nusantara seperti rendang, gulai kambing, sate, dan soto. Namun, konsumsi harian daging merah dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Menurut Health, asupan tinggi daging merah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi.

>>> Pantau MPLS di Lombok, Mendikdasmen Pesan ke Siswa Jangan 'Sleep Call'

Studi menunjukkan bahwa konsumsi daging merah olahan seperti sosis, bacon, dan salami lebih berpeluang menyebabkan hipertensi dan penyakit jantung.

Daging olahan tinggi natrium yang membuat tubuh menahan air dan meningkatkan tekanan darah. Kandungan pengawet seperti natrium nitrit juga memicu peradangan dan memperburuk tekanan darah.

Selain itu, konsumsi daging merah terutama olahan terkait dengan risiko kanker kolorektal dan kanker payudara.

Batasan Konsumsi yang Aman

Institut Penelitian Kanker Amerika merekomendasikan batas konsumsi daging merah tidak lebih dari tiga porsi per minggu. Daging merah olahan sebaiknya dihindari sebisa mungkin.

>>> Elkan Baggott Resmi ke Millwall, Nilai Transfer Tembus Rekor Pribadi

Jika dikonsumsi sesuai rekomendasi, daging merah tidak memicu masalah kesehatan. Namun, beberapa orang mengalami sembelit setelah makan daging merah.

Untuk melancarkan pencernaan, konsumsi daging merah sebaiknya dipadukan dengan sayuran tinggi serat dan makanan mengandung enzim pencernaan.

Makanan yang disarankan antara lain nanas, kiwi, kimchi, jahe, brokoli, dan asparagus. Nanas dan kiwi mengandung bromelain dan acnitidin yang membantu mencerna protein dan mengurangi begah.

>>> Scaloni Sebut Argentina Tim Unik, Bukan Sombong

Jahe mengandung gliserol yang menstimulasi enzim pencernaan dan membuat perut nyaman. Sayuran hijau dan makanan fermentasi mendukung mikrobioma usus.