Selama ini, kita sering mendengar anjuran berolahraga setidaknya 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan.

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa aktivitas fisik dalam durasi yang jauh lebih singkat pun dapat memberikan manfaat besar bagi umur panjang.

>>> Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian

Temuan ini menjadi kabar baik bagi mereka yang kesulitan menyisihkan waktu untuk berolahraga secara teratur.

Tren Global yang Mengkhawatirkan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ketidakaktifan fisik pada orang dewasa secara global meningkat dari sekitar 23% pada tahun 2000 menjadi 31% pada tahun 2022.

Di Kanada, data akselerometer dari Statistics Canada menunjukkan hanya 46% orang dewasa yang memenuhi tingkat aktivitas yang direkomendasikan.

Angka ini terus menurun.

Di kalangan remaja Kanada usia 12-17 tahun, hanya 33% anak laki-laki dan 8% anak perempuan yang tetap aktif secara fisik, menandai penurunan tajam dari beberapa tahun sebelumnya.

Konsekuensi dari gaya hidup sedentari ini terukur.

Ketidakaktifan fisik secara langsung menyebabkan sekitar 6% hingga 10% kematian dini di seluruh dunia, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker, terutama kanker payudara dan usus besar.

Meskipun banyak orang menganggap kurangnya waktu sebagai hambatan utama untuk berolahraga, sebuah studi terhadap lebih dari 300.000 orang menemukan bahwa rata-rata orang dewasa sebenarnya memiliki setidaknya lima jam waktu luang setiap hari.

Temuan ini menunjukkan bahwa prioritas pribadi, bukan keterbatasan jadwal, yang menentukan tingkat aktivitas harian.

Manfaat Besar dari Aktivitas Singkat

Untungnya, aktivitas fisik yang jauh di bawah ambang batas standar yang direkomendasikan tetap memberikan perlindungan kesehatan yang kuat.