Sebuah studi di Taiwan yang melibatkan sekitar 500.000 orang, tiga perempatnya tergolong relatif tidak aktif, menemukan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat tergantung pada intensitas.

Aktivitas berat seperti jogging selama 20 menit mampu menurunkan risiko kematian akibat semua penyebab hingga 30%.

Sementara itu, untuk mencapai tingkat perlindungan yang sama dengan aktivitas sedang seperti berjalan kaki, diperlukan waktu 80 menit.

>>> Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari

Bahkan di bawah angka-angka tersebut, studi masih mencatat penurunan risiko kematian sebesar 10% hingga 15%, membuktikan bahwa tujuan tetap dapat dicapai bagi individu yang tidak aktif.

Studi yang lebih baru yang diterbitkan di The Lancet memperkuat temuan ini dengan data yang lebih presisi.

Dipimpin oleh Ulf Ekelund dari Norwegian School of Sport Sciences, para peneliti menganalisis data akselerometer dari sekitar 50.000 orang di Skandinavia dan Amerika Serikat.

Di antara peserta yang paling tidak aktif, mereka yang berolahraga kurang dari 20 menit per hari, menambahkan hanya 5 hingga 10 menit gerakan dapat menurunkan risiko kematian.

Efek perlindungan paling kuat terlihat pada mereka yang awalnya paling banyak duduk.

Pada tingkat populasi, para peneliti memperkirakan bahwa jika setiap orang yang tidak cukup aktif menambahkan semburan gerakan singkat ini ke dalam hari mereka, kematian dini akan turun sekitar 10%.

Duduk Lebih Sedikit Juga Penting

Studi ini juga mengungkapkan manfaat kesehatan yang sebanding dari sekadar mengurangi waktu duduk, seperti berjam-jam menonton televisi atau melihat layar.

Duduk dalam waktu lama merupakan faktor risiko independen yang secara aktif merusak fungsi pembuluh darah, tekanan darah, dan metabolisme glukosa.