Lamborghini Tutup Pintu untuk Transmisi Manual, Beda dengan Ferrari
Lamborghini secara resmi menolak menghadirkan kembali transmisi manual pada mobil-mobil terbarunya. Keputusan ini menempatkan Ferrari sebagai satu-satunya pabrikan supercar V12 Italia yang masih menawarkan opsi kopling manual.
Pernyataan itu disampaikan Federico Foschini, chief marketing and sales officer Lamborghini, kepada Road & Track di ajang Goodwood Festival of Speed.
>>> Honda Buka Brankas Pribadi, 19 Mobil Klasik Dilelang untuk Amal
Foschini mengakui masih ada segelintir pembeli yang menginginkan transmisi manual, namun tren pasar tidak mendukung.
“Ada beberapa pelanggan yang masih menyukai hal semacam ini,” ujar Foschini. “Ini peluang, tapi bukan tren.
Karena performa dan keterlibatan berkendara tidak bisa Anda rasakan dengan transmisi manual.”
Argumen itu sulit diterima jika definisi keterlibatan berkendara tidak hanya soal waktu putaran dan akselerasi. Apalagi banyak pemilik supercar modern tidak pernah sekalipun melaju di sirkuit.
Transmisi kopling ganda memang lebih cepat dari pengemudi terbaik sekalipun. Namun penggemar tetap menginginkan transmisi manual karena partisipasi, bukan optimalisasi.
>>> Pengendara Motor Kabur 130 mph dari CHP, Lupa Lihat ke Atas
Ferrari Pilih Jalan Berbeda
Ferrari justru meluncurkan 12Cilindri Manuale edisi terbatas dengan shifter bergaya gerbang dan pedal kopling.
Namun tidak ada hubungan mekanis langsung ke mesin; sistem ini sepenuhnya elektronik melalui kopling ganda delapan percepatan yang disebut “Manuale by Wire.”
Langkah Ferrari menunjukkan masih ada nilai dalam membangun mobil yang mengutamakan pengalaman di balik kemudi. Sementara Lamborghini memilih meninggalkan ceruk pasar itu sepenuhnya.
Dahulu, Lamborghini dikenal dengan mobil yang menuntut konsentrasi dan memberi sensasi berkendara yang intens. Kini, elektronik canggih membuat tenaga ribuan tenaga kuda bisa diakses siapa saja.
>>> Daihatsu Taft 2026 Hadir dengan Tampilan Lebih Gagah dan Fitur Keselamatan Baru
Perubahan itu bagus untuk catatan waktu, tetapi kurang meyakinkan bagi mereka yang percaya pengemudi harus tetap memegang peran berarti dalam pengalaman berkendara.
Update Terbaru
Gaya Giorgio Antonio Berbatik saat Klarifikasi Hubungan dengan Sarwendah
Kamis / 16-07-2026, 22:32 WIB
San dan Wooyoung ATEEZ Akhirnya Bantah Rumor Kencan
Kamis / 16-07-2026, 21:35 WIB
Volvo Bisa Jadikan Pabrik Belgia sebagai Pintu Belakang Tarif untuk China
Kamis / 16-07-2026, 21:35 WIB
Messi Puji Spanyol: Mereka Mainkan Sepak Bola Indah
Kamis / 16-07-2026, 21:35 WIB
Satgas PRR Kawal Realisasi Tambahan TKD Rp144,67 Miliar di Solok
Kamis / 16-07-2026, 21:35 WIB
Presiden Argentina Protes Kapal Perang Inggris Dekati Malvinas
Kamis / 16-07-2026, 21:35 WIB
Pratikno Kenang Sosok Rachmat Gobel di Tahlil 7 Hari
Kamis / 16-07-2026, 21:32 WIB
KPK Rampung Analisis Laporan Penerimaan Amplop oleh Raja Juli
Kamis / 16-07-2026, 21:32 WIB
Purnawirawan TNI Teguh Arief Resmi Jadi Dirut Peruri
Kamis / 16-07-2026, 21:29 WIB
BTN Bukukan Laba Naik 40,8 Persen Jadi Rp2,4 T per Juni 2026
Kamis / 16-07-2026, 21:28 WIB
Profil Luke Vickery, Calon Winger Timnas Indonesia Incaran Herdman
Kamis / 16-07-2026, 21:28 WIB
One Piece Chapter 1189: Spoiler dan Preview Resmi
Kamis / 16-07-2026, 21:28 WIB
Build Stabil One UI 9 untuk Galaxy S26 Muncul di Server Samsung
Kamis / 16-07-2026, 21:28 WIB
Lupakan Aturan 150 Menit: Olahraga Singkat Tiap Hari Bisa Perpanjang Usia
Kamis / 16-07-2026, 21:28 WIB







