Beberapa waktu lalu, komunitas pengembang Linux sempat mencoba membiarkan Sashiko mengirimkan hasil review secara otomatis ke mailing list utama.

Eksperimen itu gagal karena AI menghasilkan banyak laporan yang ternyata halusinasi. Developer malah kebingungan dan meminta maintainer manusia memeriksa ulang satu per satu, sehingga justru menambah pekerjaan.

AI Tetap Dipakai, Tapi Harus Dipahami

Dari sikap Torvalds terlihat jelas: ia tidak ingin AI menggantikan developer, tetapi juga tidak ingin AI ditolak mentah-mentah.

Menurutnya, AI hanyalah alat bantu. Jika mampu membantu menemukan bug atau mempercepat proses review, alat tersebut layak digunakan.

>>> Menkop Tegaskan Keberlanjutan Jadi Faktor Penting bagi Koperasi

Namun keputusan akhir tetap harus di tangan manusia yang memahami kode yang dikerjakan.