Honda berencana memulai produksi skutik listrik UC3 di Vietnam paling cepat September 2026.

Perakitan model itu dipindahkan dari Thailand ke pabrik Honda di Provinsi Phu Tho, Vietnam utara, dengan volume produksi yang diperkirakan terbatas.

>>> Basuki Ungkap 170 Proyek IKN Fokus pada Kualitas dan Keselamatan

General Director Honda Vietnam Sayaka Arai mengatakan langkah tersebut sejalan dengan ekspektasi perusahaan bahwa peralihan ke kendaraan listrik di kawasan perkotaan bakal terus berlanjut.

"Tren elektrifikasi di kalangan konsumen bergerak maju lebih cepat dari perkiraan," kata Arai kepada Nikkei Asia, dikutip Kamis (16/7).

"Diler melihat peningkatan yang stabil pada orang-orang yang mencari roda dua listrik," lanjut dia.

Bulan ini Hanoi memberlakukan zona rendah emisi di pusat kota yang membatasi penggunaan motor bensin pada akhir pekan.

Aturan itu diperlunak dari usulan awal setelah masukan industri otomotif, dan untuk saat ini diperkirakan tak berdampak besar pada keseharian warga.

Menurut Arai, dorongan ke skutik dan motor listrik turut dipercepat oleh harga BBM yang tinggi akibat perang AS-Iran.

Honda menaruh harapan pada model baru yang dijadwalkan meluncur tahun depan untuk merebut pangsa pasar motor listrik Vietnam.

"Roda dua listrik terlaris terkonsentrasi di bawah 30 juta dong," ujar Arai. Level harga di bawah 30 juta dong atau sekitar Rp20,7 juta itulah yang dibidik Honda.

Nikkei mencatat penjualan roda dua produsen besar di Vietnam, termasuk model listrik, bertahan di kisaran 2,5 juta hingga 2,65 juta unit per tahun sejak 2023, turun sekitar 20 persen dari puncaknya, meski permintaan motor bensin masih kuat.

Sementara pabrikan lokal VinFast tumbuh dengan penjualan lebih dari 400 ribu motor listrik tahun lalu.