10 Emiten dengan Konsentrasi Kepemilikan Tertinggi di Daftar HSC BEI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menambah 37 saham baru ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC), sehingga total emiten dalam kategori ini menjadi 51.
Penambahan ini dilakukan setelah BEI menyempurnakan metode penilaian dengan menambahkan indikator price-impact ratio.
>>> FIFGROUP Siapkan Dana Bergulir Rp1,89 Miliar untuk 524 UMKM pada 2026
Berdasarkan data per Kamis (16/7/2026), terdapat 10 emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan mencapai 99% atau lebih.
Daftar 10 Emiten dengan Konsentrasi Tertinggi
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) memimpin dengan konsentrasi 99,99%, disusul PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebesar 99,96%.
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sama-sama memiliki konsentrasi 99,95%.
PT Golden Flower Tbk (POLU) mencatat 99,94%, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) 99,93%, dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) 99,92%.
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) memiliki 99,91%, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) 99,85%, dan PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) 99,84%.
>>> OnePlus N6x Segera Hadir di India dengan Spesifikasi 'Familiar'
Indikator Baru Price-Impact Ratio
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa BEI memperkuat pengawasan dengan menambahkan indikator price-impact ratio.
Indikator ini digunakan untuk menilai pergerakan harga saham, khususnya emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
"Kami telah menyempurnakan metodologi HSC dengan menambahkan price-impact ratio untuk saham berkapitalisasi besar," ujar Jeffrey.
Price-impact ratio membandingkan perubahan harga saham dengan velocity perdagangan, yang dihitung dari rata-rata volume transaksi terhadap free float.
Saham dengan pergerakan harga tinggi namun volume rendah akan menjadi perhatian khusus BEI untuk mendeteksi indikasi konsentrasi kepemilikan.
>>> Aktris The Ring Meninggal sebagai Gelandangan, Ternyata Punya Harta Rp 7 M
BEI akan mengevaluasi indikator baru ini setiap tiga bulan, bersamaan dengan peninjauan indeks utama. Mekanisme pengawasan lain tetap berjalan sewaktu-waktu jika diperlukan.
Update Terbaru
Laba TSMC Melonjak 77 Persen Berkat Permintaan Chip AI Global
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Jackpot Powerball Naik ke 498 Juta Dolar Setelah Tidak Ada Pemenang Rabu
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Trump Pecat Jaksa Federal Seattle yang Baru Diangkat Pengadilan
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Micah Richards Tetap Bertugas di BBC Setelah Mendengar Kabar Duka Ayahnya
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
TSMC Catat Laba Bersih Rekor NT$706,6 Miliar Didorong Permintaan AI
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Musim Kemarau, Debit Air Sungai Cisadane Menyusut 12 Persen
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Bahlil Kelakar soal Kacamata Hitam Nusron: Mungkin Sedih Inggris Kalah
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Bukan soal Galak atau Ditakuti, Ini 7 Ciri Orang Berwibawa
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Iran Lanjutkan Serangan ke Pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania
Kamis / 16-07-2026, 15:35 WIB
Debat Tanaman vs Bunga: Mana yang Lebih Berharga?
Kamis / 16-07-2026, 15:32 WIB
Host Open Trip Kena Blacklist Gegara Tak Sewa Porter Lokal di Lawu
Kamis / 16-07-2026, 15:31 WIB
Hilirisasi Jadi Kunci Freeport Hadapi Masa Depan Tambang Berkelanjutan
Kamis / 16-07-2026, 15:31 WIB
Rick Ross Sarankan LeBron James Gabung ke Miami Heat demi Bisnis
Kamis / 16-07-2026, 15:28 WIB
Scaloni: Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
Kamis / 16-07-2026, 15:28 WIB







