Mantan bek timnas Inggris, Micah Richards, tetap menjalankan tugasnya sebagai pengamat di BBC saat semifinal Piala Dunia pada Rabu di Atlanta, tak lama setelah mendapat kabar duka mendadak tentang meninggalnya sang ayah, Lincoln.

Richards yang berusia 38 tahun itu tetap tampil di siaran langsung bersama Joe Hart dan Wayne Rooney, saat The Three Lions kalah 2-1 dari Argentina setelah kebobolan dua gol di menit akhir.

>>> TSMC Catat Laba Bersih Rekor NT$706,6 Miliar Didorong Permintaan AI

Usai siaran, Richards mengumumkan kabar duka tersebut melalui media sosial. Ia menyebut kepergian ayahnya sangat mendadak dan terlalu cepat.

"Tidak lama sebelum tayang, saya menerima kabar buruk bahwa ayah saya, Lincoln, telah meninggal. Kematiannya tidak terduga, dan ia meninggalkan kami terlalu cepat," tulis Richards.

Ia mengenang ayahnya sebagai pendukung terbesarnya sejak kecil hingga karier profesional. "Ia adalah penggemar terbesar saya.

Ia hampir tidak pernah melewatkan satu pun pertandingan saya sepanjang hidup," ujarnya.

Richards menambahkan, ayahnya selalu mengantarnya ke mana pun ia perlu pergi saat kecil dan menjadi orang tua paling bangga selama karier profesionalnya.

"Sangat jarang ia tidak berada di sisi saya," katanya.

Ia juga menyebut betapa pentingnya pertandingan internasional bagi keluarga di rumah.

"Saya tahu betapa berarti menonton pertandingan Piala Dunia Inggris bagi semua orang di rumah, dan bagaimana pengalaman itu mengikat keluarga lintas generasi," ucapnya.

Richards menjelaskan bahwa kepribadian ayahnya yang merupakan pria Yorkshire tua yang bangga membuatnya tetap menjalankan tugas profesional.

>>> Musim Kemarau, Debit Air Sungai Cisadane Menyusut 12 Persen

"Saya tahu, sebagai pria Yorkshire tua yang bangga, ayah pasti ingin acara tetap berjalan malam ini. Dan itulah yang terjadi," katanya.