Uber telah menyelesaikan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan makanan asal Jerman, Delivery Hero, dalam transaksi senilai $14,8 miliar atau sekitar Rp 240 triliun.

Langkah strategis ini akan membentuk kekuatan besar di industri pengiriman makanan global.

>>> Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Penopang Hilirisasi dan Kemandirian Energi Nasional

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu menawarkan €41,50 per saham kepada pemegang saham Delivery Hero.

Setelah memperhitungkan pembelian saham kuartal sebelumnya, Uber akan membayar $13,7 miliar untuk menyelesaikan transaksi.

Akuisisi ini mengintegrasikan Uber Eats dengan merek-merek Delivery Hero di 99 negara.

Cakupannya meliputi platform besar seperti foodpanda di Asia, PedidosYa di Amerika Latin, dan talabat di Timur Tengah.

Entitas bisnis gabungan mencatat pesanan senilai $236 miliar selama tahun 2025.

Angka ini menunjukkan ekspansi pesat sektor pengiriman digital dalam dua dekade terakhir.

Untuk meredakan kekhawatiran antimonopoli, Uber tidak akan mengakuisisi operasi Delivery Hero di 14 negara di mana Uber sudah memiliki kehadiran kuat.

Ini termasuk aplikasi Glovo di Spanyol dan Portugal, foodora di Norwegia dan Swedia, serta Yemeksepeti di Turki.

Operasi Eropa tersebut akan diakuisisi seharga $1,6 miliar oleh SSW Partners.

Perusahaan ekuitas swasta yang berbasis di New York itu akan mengambil alih merek-merek regional untuk mencegah dominasi pasar oleh Uber.

Konsolidasi Industri dan Skala

Delivery Hero tidak beroperasi di Inggris, di mana Uber Eats tetap menjadi salah satu pemain terbesar dalam pengiriman makanan.

Pengambilalihan ini mewakili tren konsolidasi yang lebih luas di industri karena perusahaan mencari skala operasi yang lebih besar.

>>> 12 Karakter Utama Kimetsu no Yaiba di Arc Hashira Training