Shawn Layden, mantan kepala PlayStation, menilai industri game harus lebih berupaya menarik minat orang-orang yang tidak peduli dengan game-game besar seperti Grand Theft Auto VI.

Dalam wawancara dengan Kotaku, Layden menyebut bahwa sekadar meningkatkan framerate atau ray tracing pada konsol generasi berikutnya tidak cukup.

>>> Robert Downey Jr. Siap Jadi Penjahat Terbaik di Avengers: Doomsday

Perangkat keras baru membutuhkan perangkat lunak yang mampu meyakinkan konsumen untuk mengeluarkan uang.

Layden mengkritik variasi game yang semakin sempit. "Yang ada hanya game zombie, space marine, atau game pedang panjang dengan naga," ujarnya.

Ia memprediksi GTA 6 akan menjadi fenomena besar.

"Grand Theft Auto akan seperti asteroid yang menembus atmosfer dan menghantam alam semesta game dengan kekuatan dahsyat," kata Layden.

Namun, ia mengingatkan bahwa banyak orang di luar komunitas game tidak peduli dengan GTA. "Kita bicara industri senilai 220-250 miliar dolar, tetapi dampak sosialnya justru sebaliknya," jelasnya.

Layden membandingkan dengan musik. "Semua orang punya lagu favorit.

Musik adalah kategori hiburan dengan pendapatan paling kecil, tapi dampaknya paling luas."

>>> Messi Respons Tuduhan Argentina Jadi Tim Favorit FIFA

Ia menambahkan bahwa game saat ini hanya menghasilkan uang dari orang yang sama, bukan menarik pemain baru.

"Jika mereka sudah tidak peduli dengan Call of Duty, GTA, atau Gran Turismo, membuat game serupa tidak akan menarik mereka."

Layden mendorong lebih banyak variasi.

"Kita perlu lebih banyak game untuk lebih banyak orang, yang berarti lebih banyak pembuat game dari berbagai tempat dan pengalaman.

Saya ingin tahu seperti apa game dari Uruguay atau desainer game di Bulgaria."

Meski Layden memimpin era di mana Sony fokus pada game aksi sinematik pihak ketiga, ia kini menyerukan diversifikasi.

>>> Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Ketiga Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Namun, dengan penutupan Japan Studio, masa depan variasi game Sony masih diragukan.