Saham Ondas Holdings anjlok ke level terendah tujuh bulan pada Jumat, 10 Juli 2026, di harga $7,26.

Penurunan ini merupakan bagian dari tren negatif selama enam pekan berturut-turut.

>>> Partai Republik Hadapi Perubahan Kepemimpinan Pasca Wafatnya Lindsey Graham

Tekanan pasar dipicu oleh kekhawatiran dilusi saham dan aksi jual dari short seller.

Ondas meningkatkan jumlah saham yang diterbitkan untuk mendanai ekspansi cepat, sehingga menarik minat short interest sebesar 33%.

Selain itu, pengajuan penjualan kembali saham terkait akuisisi Omnisys turut membebani harga saham.

Meski demikian, perusahaan menyelesaikan akuisisi DZYNE Technologies senilai $875,8 juta, terdiri dari $200 juta tunai dan $675 juta ekuitas.

Akuisisi tersebut mendorong proyeksi pendapatan 2026 menjadi setidaknya $525 juta.

Namun, saham tetap tertekan oleh aksi jual insider, termasuk penjualan 2.378.245 saham oleh Chairman dan CEO Eric A.

>>> Timnas Wanita AS Jamu Spanyol dalam Laga Uji Coba

Brock senilai sekitar $31,9 juta dalam enam bulan terakhir.

Data dari Quiver Quantitative menunjukkan bahwa perbincangan di media sosial meningkat ketika saham jatuh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari.

Meskipun demikian, Defiance ETFs, LLC menambah lebih dari 10,3 juta saham pada kuartal pertama 2026.

Analisis dari Simply Wall St mencatat bahwa saham masih diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba 29,0x, sedikit di bawah rata-rata industri komunikasi sebesar 32,5x.

Perusahaan juga mencapai profitabilitas EBITDA tingkat produk pada kuartal pertama 2026 dengan backlog $457 juta.

Namun, EBITDA yang disesuaikan secara konsolidasi baru diharapkan tercapai pada kuartal pertama 2027.

>>> IIF Raih Penghargaan Internasional, Percepat Mobilisasi Modal Swasta untuk Infrastruktur

Salah satu narasi komunitas menyebut Ondas menggabungkan dua dunia yang sebelumnya beroperasi secara terpisah melalui konsep "Layered ISR".