Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,20% ke level 5.924,36 pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026.

Namun, penguatan tersebut diiringi volume perdagangan yang rendah, hanya mencapai 142,2 juta saham.

>>> Pemerintah dan Takeda Jalin Kemitraan Strategis Ekosistem Plasma Senilai USD30 Juta

Angka itu setara 0,67 kali dari rata-rata volume 20 hari terakhir, menandakan bahwa recovery yang terjadi masih rapuh.

Tekanan Asing dan Kebijakan BI

Sepanjang Juni 2026, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp19,63 triliun di pasar saham Indonesia.

Sementara itu, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 6% pada Juli 2026.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

>>> Sinarmas AM Luncurkan DPLK Digital, Targetkan Dana Kelolaan Rp150 Miliar

Sentimen Global Campuran

Dari bursa Amerika Serikat, Wall Street ditutup menghijau dengan S&P 500 naik 0,42%.

Namun, bursa China justru mengalami tekanan. Indeks CSI 300 anjlok hingga 1,96%.

Kondisi ini menciptakan sentimen campuran bagi pergerakan IHSG pada pekan depan.

Dengan volume rendah dan aliran dana asing yang masih keluar, pergerakan IHSG diperkirakan masih terbatas.

>>> Kemnaker Jajaki Kerja Sama dengan Gertanusa untuk Pengembangan SDM

Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data ekonomi domestik dan global untuk menentukan arah selanjutnya.