Gelombang PHK di Microsoft kembali memukul divisi game. Kali ini, ZeniMax Online Studios, pengembang The Elder Scrolls Online, kehilangan sejumlah petingginya.

Microsoft berencana memangkas lebih dari 3.200 karyawan di Xbox. Serikat pekerja melaporkan puluhan programmer, seniman, desainer, dan penguji di Bethesda dan ZeniMax terkena dampak.

>>> Pemerintah AS Turunkan Status Pengawasan Aktif untuk Cyclospora

Tim MMO yang sempat tumbuh besar kini kembali ke ukuran satu dekade lalu. Hal ini memicu kekhawatiran akan masa depan game tersebut.

PHK tidak hanya menyasar staf biasa. Pimpinan studio juga terkena imbasnya.

Menurut dokumen resmi yang diperoleh Game File, ZeniMax akan melakukan transisi kepemimpinan dalam beberapa bulan ke depan.

Empat petinggi yang hengkang adalah studio head Joseph Burba, produser eksekutif Susan Kath, game director Rich Lambert, dan production director Ala Diaz.

Joseph Burba adalah veteran 14 tahun di perusahaan dan baru diangkat menjadi studio head pada Juli lalu.

>>> Uber Akuisisi Delivery Hero dalam Kesepakatan Rp 240 Triliun

Mereka akan tetap bertugas selama masa transisi untuk memastikan serah terima berjalan lancar.

Posisi mereka akan diisi oleh Joshua Henderson, head of business operations, bersama Nick Giacomini yang baru dipromosikan menjadi game director ESO pada Agustus lalu.

Dalam pernyataan resmi, para petinggi yang hengkang menyatakan keyakinan terhadap masa depan studio dan pertumbuhan ESO.

Mereka menyebut masih ada pengalaman menarik bagi pemain dalam pembaruan Update 51 dan seterusnya.

PHK ini terjadi setelah sebelumnya lebih dari 200 karyawan Bethesda juga kehilangan pekerjaan.

>>> Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Penopang Hilirisasi dan Kemandirian Energi Nasional

Para pengembang yang di-PHK menyebut pembuatan game Fallout dan Elder Scrolls akan semakin sulit karena hilangnya pengetahuan institusional.