Produser id Software, Andrew Willis, menyatakan bahwa studio yang dimiliki oleh pekerja adalah satu-satunya jalan ke depan bagi industri game.

Pernyataan ini muncul setelah Microsoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 3.200 karyawan di divisi Xbox.

>>> Ubisoft Akui Rilis Game Terlambat Bisa Gagal, Far Cry 7 Masih Dinanti

Dalam unggahan di LinkedIn, Willis menyebut PHK tersebut sebagai "keputusan yang tidak dapat dipahami."

Ia menambahkan bahwa industri game saat ini dijalankan oleh orang-orang yang tidak memahami fundamental bisnis ini, termasuk cara menghasilkan nilai atau keuntungan.

Willis mencatat bahwa PHK telah berdampak pada 136 dari total 185 staf id Software.

Menurutnya, satu-satunya cara memperbaiki industri game adalah dengan munculnya studio milik pengembang dari reruntuhan penutupan studio dan PHK.

Koperasi Pekerja sebagai Alternatif

Willis juga mendukung model koperasi pekerja, di mana seluruh karyawan menjadi pemilik yang ikut menentukan arah perusahaan.

>>> Jadwal Siaran Langsung Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Meskipun koperasi tidak kebal masalah—seperti yang terjadi pada Motion Twin, pengembang Dead Cells—ia menilai konflik internal lebih baik daripada menerima email PHK dari CEO yang tidak dikenal.

Willis, yang juga memimpin upaya serikat pekerja di id Software pada 2025, menekankan pentingnya belajar dari masa lalu, bertanggung jawab secara fiskal, dan menciptakan lingkungan pertumbuhan berkelanjutan.

"Pertumbuhan harus menjadi hasil dari kesuksesan, bukan tujuan itu sendiri," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penerbit besar dan monopoli telah terbukti sebagai pengelola yang buruk.

Meskipun Microsoft Gaming telah memangkas 2.500 pekerjaan pada 2024 dan 15.000 pekerjaan pada 2025, pendapatan Xbox pada awal 2026 tetap turun 9%.

>>> Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen hingga Juni 2026

"Jika orang yang menciptakan nilai memiliki nilai itu, hal-hal baik akan mengikuti," pungkas Willis.