Kematian mendadak gelandang Timnas Afrika Selatan, Jayden Adams, pada usia 25 tahun masih menyisakan misteri.

Ia ditemukan meninggal di sebuah rumah di kawasan Schotschekloof, pusat Kota Cape Town, Sabtu pagi.

>>> Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina

Keluarga Adams memutuskan menunda seluruh prosesi pemakaman hingga hasil autopsi medis resmi dirilis.

Ayah Adams, Juanito Adams, menegaskan bahwa pihak keluarga belum akan menggelar upacara perpisahan sebelum pemeriksaan medis selesai.

“Kami akan menentukan upacara perpisahan setelah hasil autopsi keluar,” ujarnya dikutip dari O Globo.

Kepolisian Afrika Selatan telah membuka penyelidikan, namun belum mengungkap penyebab kematian. Mereka meminta publik tidak berspekulasi sebelum ada kepastian.

Duka Istri dan Perjuangan di Piala Dunia

Istri Adams, Aqueelah Adendorf, menyampaikan duka mendalam melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menulis, “Sahabat terbaikku, pendukung terbesarku, dan cinta dalam hidupku.”

>>> Polri Gandeng FBI dan Kedutaan AS Cek Keaslian Dolar di Kasus Febrie

Adams meninggalkan seorang putri berusia lima tahun bernama Allaia-Jayda.

Beberapa pekan sebelum tragedi, Aqueelah sempat merayakan pemanggilan Adams ke Piala Dunia 2026, menyebut kerja keras dan dedikasinya sebagai inspirasi.

Di Piala Dunia 2026, Adams tampil dalam tiga pertandingan.

Ia menjadi starter saat melawan Meksiko dan Republik Ceko, serta tampil sebagai pemain pengganti saat Afrika Selatan menang atas Korea Selatan.

Timnya akhirnya tersingkir oleh Kanada.

>>> 7 Ciri-ciri Orang yang Berpotensi Jadi Pemimpin di Masa Depan

Tragisnya, di tengah perjuangannya di Piala Dunia, Adams juga harus menghadapi duka pribadi setelah neneknya meninggal sehari sebelum laga melawan Republik Ceko.