China terus mengembangkan kemampuan jet tempurnya. Salah satu langkah terbaru adalah memodifikasi J-16 dengan 'mode buas' untuk patroli jarak jauh.

Foto yang beredar pada Mei lalu menunjukkan J-16 dalam konfigurasi muatan ekstrem. Pesawat itu membawa delapan rudal jarak menengah PL-15 dan dua rudal jarak dekat PL-10.

>>> Cara Luruskan Arah Kiblat Saat Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-17 Juli 2026

Menurut analisis majalah militer Ordnance Science and Technology, konfigurasi ini mendekati 'mode buas' muatan ekstrem. Istilah itu merujuk pada muatan maksimum jet tempur untuk memaksimalkan kemampuan tempur.

Sebelumnya, muatan J-16 yang ditampilkan ke publik relatif terbatas, biasanya hanya dua rudal jarak menengah dan dua rudal jarak dekat.

Kini, J-16 menggunakan 10 titik pemasangan senjata eksternal.

Foto tersebut awalnya dirilis oleh badan pengawas penerbangan China. Kemudian menyebar melalui jaringan intelijen internasional sumber terbuka.

J-16 adalah jet tempur multiperan generasi 4,5 yang merupakan penyempurnaan dari desain Sukhoi Rusia.

>>> Cara Cek Status Pencairan 3 Bansos PKH dan BPNT yang Cair Mulai 20 Juli 2026

Pesawat ini mulai beroperasi pada 2015, memiliki 12 titik pemasangan senjata, dan dapat membawa hingga 12 ton amunisi.

Dalam foto tersebut, J-16 tidak membawa rudal serang darat atau anti-kapal, juga tidak dilengkapi tangki bahan bakar eksternal.

Pesawat ini sepenuhnya untuk pertempuran udara.

Konfigurasi tempur berat ini mencerminkan jet tempur AS dan Rusia yang sering menggunakan operasi mode tempur berat.

>>> Kejagung Dalami Keberadaan Bunker dan Brankas Lain Milik Febrie Adriansyah

Beberapa konfigurasi muatan jet tempur buatan AS perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasionalnya.