Kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital membawa sektor energi global memasuki era baru.

China, dengan kemajuan pesat di bidang energi cerdas, kini membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas.

>>> Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris vs Argentina

Hal ini mengemuka dalam Konferensi Energi Cerdas China 2026 yang baru saja berakhir di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya.

Para pembuat kebijakan, peneliti, dan perwakilan industri dari berbagai negara berkumpul untuk membahas jalur kerja sama energi di era digital.

Shi Yubo, ketua China Energy Research Society, mengatakan industri energi cerdas China telah beralih dari proyek percontohan ke penerapan komersial skala besar.

AI sudah diterapkan untuk peramalan energi terbarukan, sementara teknologi digital mengubah setiap tahap rantai nilai energi, dari produksi hingga konsumsi.

China, yang sudah menjadi pemimpin global dalam energi bersih, memanfaatkan kekuatan teknologi digital untuk mempercepat transformasi cerdas sektor energinya.

Ekosistem energi cerdas terintegrasi kini terbentang dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga konsumsi.

Pengalaman China Jadi Referensi Praktis

Bagi banyak delegasi konferensi, pengalaman China bukan sekadar cetak biru, melainkan seperangkat alat praktis yang dapat disesuaikan dengan kondisi nasional yang berbeda.

Hussain Abid, ekonom senior International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD), menilai China jauh lebih maju dalam teknologi cerdas dan penggunaan AI di sektor energi.

Menurut Abid, negara pegunungan semakin membutuhkan jaringan listrik yang lebih cerdas, konektivitas energi lintas batas yang lebih kuat, dan penerapan teknologi digital yang lebih luas seiring meningkatnya pangsa energi terbarukan.

ICIMOD berharap dapat membawa lebih banyak ahli dari negara anggota ke China untuk kunjungan pertukaran di masa depan.