China Angkat Bicara soal Perang AS vs Iran yang Kembali Memanas
China akhirnya angkat bicara mengenai perang yang kembali pecah antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Konflik terbaru ini dipicu oleh ketegangan di Selat Hormuz yang menyebabkan kedua negara saling melancarkan serangan udara.
>>> Khamenei Balas Kematian Ayah: Dendam Ini Pasti akan Dilaksanakan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang sangat penting.
Menurutnya, pemulihan arus pelayaran yang bebas dan aman melalui selat tersebut menjadi kepentingan semua negara.
Berbicara kepada wartawan di Beijing, Lin Jian menyatakan bahwa lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz harus ditangani secara tepat.
Pernyataan ini muncul setelah Duta Besar Iran untuk Beijing menyebutkan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz akan dikenai tarif baru.
Namun, dikutip dari Al Jazeera, Iran memberikan perlakuan khusus bagi China dan negara-negara sahabat lainnya.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap puluhan target di Iran pada Senin (13/7).
>>> DIM Tetapkan Mitra Terpilih PSEL Tahap Kedua, Empat Konsorsium Dipimpin Perusahaan Indonesia
CENTCOM menyatakan bahwa pesawat tempur, kapal perang, dan drone militer AS telah menyelesaikan gelombang baru serangan ofensif terhadap Iran.
Serangan ini menggunakan amunisi berpemandu presisi untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Perang AS-Iran selama sepekan terakhir dipicu oleh saling klaim kedua negara mengenai jalur perdagangan energi yang strategis.
IRGC mewanti-wanti bahwa Selat Hormuz kini ditutup dan tetap di bawah kontrol Iran, sementara AS menegaskan selat tersebut tetap terbuka.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan fase kelima serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Arab pada Senin.
IRGC menyatakan telah menargetkan instalasi militer AS di Juffair, Bahrain, serta radar udara dan radar pendeteksi kapal di Oman.
>>> ASABRI Terapkan LKPP, Pastikan Hak Pensiun Peserta Sakit dan Lansia Terpenuhi
Sebelumnya, IRGC juga melancarkan serangan ke Kuwait dalam fase keempat operasi balasannya. Mereka mengklaim telah menghancurkan dua peluncur rudal HIMARS beserta gudang penyimpanan rudal milik AS di Kuwait.
Update Terbaru
Influencer 'Okay Baby' Katelynn Ordone Ajukan Cerai Usai Kematian Anak
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Video Mengerikan Tunjukkan Kebakaran Mematikan di Gedung Bir Bangkok
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Korban Serangan Bison di Yellowstone Teridentifikasi, Alami Patah Tulang Parah
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Zahara Jolie Ambil Langkah Hukum Lepas Nama Pitt
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Erling Haaland Ucapkan Selamat Tinggal ke AS Usai Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia
Senin / 13-07-2026, 21:59 WIB
Kendal Tornado FC Resmi Rekrut Striker Rizky Dwi Pangestu
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 Terbuka Usai Wacana 64 Tim
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Strategi Tim Robot ITS Juarai KRAI 2026 dan Melaju ke Hong Kong
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Mulai Cair 20 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Kejagung Bantah Kabar Eks Jampidsus Febrie Kabur Umrah Usai Jadi Tersangka
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Honda Super One Siap Meluncur di GIIAS 2026, Jajal Pasar Mobil Listrik Indonesia
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Yusril: Alasan Polri Limpahkan Kasus Jampidsus Febrie ke Kejagung
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Momen Lee Dong Wook dan Yoo In Na Viral, Picu Rumor Pacaran
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Declan Rice Terbaring 3 Hari karena Penyakit Misterius Sebelum Lawan Norwegia
Senin / 13-07-2026, 21:50 WIB







