Senator Amerika Serikat Chris Murphy mengeluarkan peringatan keras terkait dampak ekonomi dari konflik dengan Iran.

Ia menyebut biaya perang yang terus membengkak telah mencapai lebih dari US$100 miliar dan mulai mengancam sektor-sektor penting di dalam negeri.

>>> Kapolri dan Jaksa Agung Tegaskan Sinergi: Kami Sahabat, Bukan Rival

"Perang ini sedang membuat negara kita bangkrut. Biayanya sudah mencapai US$100 miliar.

Pemotongan anggaran kesehatan, pendidikan, dan pembangunan jalan akan dilakukan untuk membiayai perang," ujar Murphy, dikutip Selasa (14/7).

Murphy juga menyoroti kondisi persediaan senjata yang berada pada tingkat sangat rendah. Menurutnya, Iran mengetahui kelemahan tersebut sehingga semakin percaya diri dalam menghadapi tekanan militer Washington.

Selat Hormuz dan Tekanan Politik

Senator dari Connecticut itu menekankan bahwa Selat Hormuz tetap tertutup selama perang berlangsung.

Akibatnya, harga energi terus meningkat dan memberikan tekanan politik besar kepada Presiden Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu.

>>> Analis Wall Street Naikkan Target Harga Saham AMD karena Permintaan AI

"Selama perang masih berlangsung, Selat Hormuz tetap tertutup dan harga bahan bakar terus naik. Trump tidak akan mampu mempertahankan situasi ini ketika pemilu paruh waktu semakin dekat," jelasnya.

Murphy menilai kebijakan pemerintah yang mengandalkan serangan militer tanpa solusi diplomatik justru memperlemah posisi AS. Ia menyebut situasi ini sebagai bencana besar bagi negara.

"Serangan-serangan tambahan hanya akan semakin melemahkan kita, baik dari sisi militer maupun ekonomi. Ini benar-benar sebuah bencana," tegasnya.

Ia memperingatkan bahwa dampak perang tidak lagi terbatas di medan tempur, tetapi sudah mulai memengaruhi kondisi fiskal dan pelayanan publik di Amerika Serikat.

>>> 6 Cara Cegah Flight Face agar Kulit Tetap Glowing saat Naik Pesawat

Tanpa perubahan strategi, beban ekonomi akan terus bertambah.