Polisi mengungkap bahwa pria berinisial MY (34), pelaku teror ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebelumnya juga pernah mengirim pesan serupa ke ketua RT tempat tinggalnya.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pesan ancaman itu dikirim melalui WhatsApp. Namun, kejadian itu tidak dalam waktu berdekatan dengan teror ke sekolah.

>>> Deschamps Coba Bikin Spanyol Gerah Jelang Semifinal Piala Dunia 2026

Saat menerima pesan ancaman, ketua RT yang mengenal pelaku langsung mengajaknya berkomunikasi. Peristiwa itu baru terungkap setelah polisi mengamankan MY pasca pengiriman teror ke sekolah.

Motif Pelaku Hanya Iseng

Dari hasil penyelidikan, motif pelaku melakukan aksinya hanya iseng. Namun, Iman membeberkan bahwa pelaku juga mengakui adanya unsur kekecewaan pribadi, bukan terhadap sekolah.

Teror ancaman bom terjadi pada Senin (13/7), bertepatan dengan hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan kegiatan MPLS dibubarkan setelah teror.

>>> Jerman Belikan 50 Ribu Drone Serang untuk Ukraina

Setelah penyisiran oleh tim Gegana, Densus 88, BNPT, dan anjing pelacak K9 selama empat jam, situasi sekolah dinyatakan aman.

Tidak ditemukan benda mencurigakan.

Dalam tangkapan layar yang beredar, pelaku mengirim pesan ancaman sebanyak dua kali. Ia juga melakukan panggilan tak terjawab karena pesannya tidak direspons.

>>> Misbakhun: Disiplin Fiskal Kunci Pertahankan Kepercayaan S&P

Isi pesan menyebutkan bom akan meledak dalam hitungan menit di 11 titik.