Pola makan atlet profesional kerap menarik perhatian, termasuk diet striker Manchester City Erling Haaland yang disebut mengonsumsi sekitar 6.000 kalori setiap hari.

Menu harian Haaland terdiri dari empat butir telur, yogurt, roti panggang, susu mentah, sandwich burrata dengan minyak truffle, hingga tomahawk steak seberat 1,1 kilogram.

>>> Isak Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran Lombok Minta Atensi Prabowo

Seorang koresponden The Athlete Lifestyle, Leigh Kiniry, mencoba mengikuti pola makan tersebut selama sehari.

Ia mengaku menyerah saat harus menghabiskan steak seberat 2,5 pound yang mengandung sekitar 3.000 kalori.

Risiko Meniru Diet Atlet

Dokter spesialis gizi klinik Igus Ulfa Yaze mengingatkan bahwa kebutuhan kalori orang dewasa rata-rata hanya sekitar 2.000 kalori per hari, tergantung aktivitas.

"Kalau untuk 6.000 kalori, lumayan banyak ya.

Karena sebenarnya kita makan 2.500 sampai 3.000 kalori saja itu sudah banyak banget," kata Yaze dikutip dari DetikHealth.

Konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak seperti yang dilakukan Haaland berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bila diterapkan oleh orang dengan aktivitas fisik biasa.

Menu Haaland banyak mengandung jeroan seperti hati dan jantung sapi. Meski kaya vitamin dan mineral, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar purin dan kolesterol.

>>> Rudal Iran Hantam Dua Tanker Minyak UEA di Selat Hormuz, Satu Tewas

"Untuk hasil laboratorium bisa jadi purinnya tinggi, kolesterol bisa tinggi, terus gula darah juga bisa tinggi," ujar Yaze.

Faktor pembeda utama adalah intensitas latihan Haaland sebagai atlet elite. Kalori yang masuk sebagian besar digunakan untuk aktivitas fisik, pemulihan otot, dan menjaga performa.

Sebaliknya, jika pola makan tersebut diterapkan tanpa aktivitas fisik setara, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak tubuh.

"Dampaknya yang pasti berat badan naik kalau tidak ada aktivitas fisik," kata Yaze.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak asal meniru pola makan atlet profesional.

Tanpa latihan seimbang, konsumsi 6.000 kalori per hari justru meningkatkan risiko kenaikan berat badan drastis hingga obesitas.

"Dalam waktu yang sangat cepat berat badan akan naik, bisa jadi obesitas tiba-tiba," ujarnya.

>>> Truk Angkut Crane Nyangkut di JPO Tendean, Sopir Diduga Main HP

Alih-alih meniru jumlah kalori atlet, masyarakat lebih dianjurkan menerapkan pola makan bergizi seimbang sesuai kebutuhan energi dan tingkat aktivitas masing-masing.