AS Bentuk Satgas Bersama untuk Tindak Kebocoran Informasi ke Media
Departemen Pertahanan dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat membentuk satuan tugas bersama pada Senin untuk mengidentifikasi dan menuntut individu yang bertanggung jawab atas pengungkapan informasi sensitif tanpa izin kepada media.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan eskalasi langsung tindakan keras pemerintah terhadap kebocoran melalui pernyataan video yang disiarkan di platform X.
>>> Minecraft Dungeons II Rilis 29 September 2026, Ini Bonus Pre-order
Hegseth menekankan bahwa kebocoran informasi membahayakan keamanan nasional. "Informasi yang bocor membahayakan nyawa.
Alat dan proses baru ini akan sangat membantu kami melindungi pasukan gabungan," ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa akses terhadap informasi rahasia adalah kepercayaan suci. "Keamanan bangsa kita tidak boleh menjadi alat tawar bagi mereka yang mencari berita sesaat.
Mereka yang mengkhianati kepercayaan itu akan berhadapan dengan kekuatan hukum penuh," tegas Hegseth.
Departemen Pertahanan mencatat koordinasi erat dengan jaksa federal untuk menegakkan langkah-langkah baru ini. Hegseth berterima kasih kepada Penjabat Jaksa Agung Todd Blanche atas bantuannya dalam proyek penting ini.
Keputusan ini menyusul laporan bahwa panggilan pengadilan federal dikeluarkan akhir pekan lalu kepada jurnalis New York Times yang melaporkan kerentanan keamanan terkait pesawat baru Presiden Donald Trump yang dihadiahkan Qatar.
New York Times menyebut tindakan hukum itu sebagai serangan langsung terhadap pers.
"Eskalasi luar biasa dalam upaya Presiden Trump mengancam dan mengintimidasi organisasi berita independen," tulis surat kabar tersebut.
>>> Eternal Caves di Minecraft: 60+ Makhluk Baru Siap Hadang Petualang
Perwakilan hukum New York Times menolak penggunaan aparat penegak hukum federal terhadap jurnalis.
"Munculnya agen penegak hukum federal di depan pintu wartawan seharusnya mengejutkan hati nurani setiap warga Amerika yang percaya pada Konstitusi dan kebebasan pers yang dilindunginya," kata David McCraw, pengacara utama New York Times.
Update Terbaru
Siapa Sebenarnya Yuenchi Arwindi? Mengulik Jejak Advokat Muda yang Terseret Isu Kasus Febrie Adriansyah
Selasa / 14-07-2026, 11:46 WIB
Caleb Wilson Bersinar di NBA Summer League Meski Bulls Kalah
Selasa / 14-07-2026, 11:38 WIB
Duel Veloz Hybrid Vs BYD M6 DM, Mana Paling Laku?
Selasa / 14-07-2026, 11:38 WIB
Wellnest Festival Vol. 2 Digelar 21-22 Juli, Ada HYROX hingga Pilates
Selasa / 14-07-2026, 11:38 WIB
Meteorolog Pantau Potensi Siklon Tropis di Teluk Meksiko Akhir Pekan Ini
Selasa / 14-07-2026, 11:36 WIB
JYP Entertainment Buka Suara soal Pembaruan Kontrak TWICE di Tengah Isu Kepergian Tzuyu
Selasa / 14-07-2026, 11:36 WIB
DeWanna Bonner Cetak Sejarah 8.000 Poin dan Rebound ke-6 Sepanjang Masa
Selasa / 14-07-2026, 11:35 WIB
Ketum Muhammadiyah Minta Pelecehan di Kampus Ditindak Tanpa Kompromi
Selasa / 14-07-2026, 11:35 WIB
Harga Minyak Melonjak 2 Persen ke US$84, Level Tertinggi dalam Sebulan
Selasa / 14-07-2026, 11:35 WIB
Pelatih Spanyol Curhat: Kualitas Prancis Luar Biasa
Selasa / 14-07-2026, 11:35 WIB
Tak Cuma Gigi, Lidah Juga Perlu Disikat: Ini Sederet Manfaatnya
Selasa / 14-07-2026, 11:35 WIB







