Seorang pejabat Departemen Kehakiman membantah bahwa penyelidikan menargetkan media.

"Wartawan bukan sasaran, yang menjadi sasaran adalah mereka yang membocorkan informasi rahasia," kata juru bicara Departemen Kehakiman kepada New York Times pada Sabtu.

Pejabat tersebut menyatakan bahwa lembaga harus menyeimbangkan kebebasan pers dengan perlindungan rahasia negara.

"Kami menghargai peran penting pers di negara ini, tetapi DOJ juga berperan penting memastikan mereka yang dipercaya dengan rahasia bangsa melakukan tugasnya dengan informasi itu," tambahnya.

Kelompok advokasi menyatakan keprihatinan atas implikasi penyelidikan federal terhadap akses informasi publik.

"Seharusnya mengkhawatirkan setiap warga Amerika karena mengancam hak konstitusional publik atas pers independen," kata National Press Club yang berbasis di Washington DC.

>>> 10 Jenis Pekerjaan dengan Gaji Fantastis di Indonesia, Bisa Mencapai Rp300 Juta per Bulan

Tindakan federal ini mengikuti upaya sebelumnya tahun ini untuk memaksa kesaksian dari wartawan Wall Street Journal dan Washington Post, serta penggerebekan federal pada Januari di kediaman seorang reporter Washington Post.