Wabah cyclosporiasis, penyakit parasit usus, telah menginfeksi sekitar 4.000 orang di 31 negara bagian Amerika Serikat hingga 13 Juli 2026.

Lonjakan kasus yang tidak biasa terjadi pada musim panas ini.

>>> Kesenjangan Gender Melebar dalam Politik Swedia Jelang Pemilu

Michigan menjadi negara bagian yang paling terdampak dengan lebih dari 2.600 kasus dan 44 rawat inap.

Hingga saat ini, pejabat kesehatan belum mengidentifikasi sumber pasti makanan atau air yang terkontaminasi parasit cyclospora.

Dr. Omer Awan dari University of Maryland School of Medicine menjelaskan bahwa infeksi ini menyebabkan kelelahan parah, mual, kembung, dan diare eksplosif.

Berbeda dengan gangguan perut biasa yang mereda dalam beberapa hari, gejala cyclosporiasis bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Identifikasi produk yang terkontaminasi menjadi sangat rumit karena masa inkubasi parasit berkisar antara dua hingga 14 hari.

>>> Mengenal Sound Horeg Early Warning System: Situs Inovatif Pantau Gelombang Kebisingan yang Meresahkan Warga

Dr. Awan menambahkan bahwa penyakit ini berkembang pesat di cuaca panas dan lembap, biasanya mencapai puncak antara Mei dan Agustus.

Respons pelacakan federal menghadapi hambatan signifikan setelah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan memberhentikan personel pelacakan penting.

Selain itu, CDC menjadikan pelaporan penyakit ini bersifat opsional untuk jaringan pengawasan aktifnya pada Juli 2025.

Akibatnya, terjadi perbedaan data di mana data federal resmi menunjukkan kurang dari 1.000 kasus, sementara catatan negara bagian membuktikan ribuan kasus lainnya.

>>> Sotheby's Lelang Kerangka T-Rex Raksasa Bernama Gus

Wabah cyclosporiasis ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan AS.