Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal dan drone ke gudang senjata Amerika Serikat di Bahrain pada Selasa (14/7).

Serangan ini merupakan balasan atas aksi militer AS terhadap Iran beberapa hari terakhir.

>>> Mahasiswa IT Pembuat Aplikasi Pemprov Sumbar Hilang Misterius Sejak November 2025

Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut target operasi meliputi gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit, dan bangunan tempat pasukan AS berada di Pangkalan Al-Juffair, Bahrain.

Operasi balasan ini dinamai Nasr 2 dan disebut akan terus berlangsung.

Latar Belakang Serangan

AS dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mencakup gencatan senjata di seluruh front dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

>>> 12 Perawat di New York Di-PHK Setelah Rumah Sakit Gunakan AI

Kesepakatan itu juga memberi kedua negara waktu 60 hari untuk bernegosiasi.

Namun, AS dinilai melanggar kesepakatan dengan menggempur infrastruktur sipil Iran, yang disebut IRGC sebagai kejahatan perang.

Tindakan AS disebut sebagai upaya menekan Iran agar memenuhi tuntutan terkait program nuklirnya.

>>> Jule Viral Kembali Sentil Netizen: Kalau Nggak Ada Gue, Nggak FYP! dengan Gaya Blak-blakan yang Bikin Heboh

Iran merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.