Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengakui telah menyerang dua kapal super tanker minyak di Selat Hormuz pada Selasa (14/7).

IRGC menyebut kedua kapal itu 'nakal' dan telah 'ditipu oleh AS' untuk mengambil rute selatan di perairan Oman dengan mematikan sistem navigasi.

>>> Rekayasa Lalin Diterapkan selama Pembongkaran JPO Tendean

Kapal tanker tersebut disebut mengabaikan peringatan berulang kali hingga akhirnya 'terkena dan dinonaktifkan'.

Klaim ini muncul beberapa jam setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan Iran menargetkan dua kapal tanker minyaknya di Selat Hormuz, menewaskan setidaknya satu awak kapal berkebangsaan India dan melukai delapan lainnya.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa kapal tanker nasional Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur pelayaran Selat Hormuz di dalam perairan teritorial Oman.

>>> 7 Makanan Rendah Kalori yang Bikin Kenyang Lebih Lama Saat Defisit Kalori

Serangan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Teheran pekan ini, yang menandai eskalasi baru dalam ketegangan di Timur Tengah.

UEA merupakan negara kaya minyak sekutu utama AS di kawasan tersebut.

Serangan Lain di Bahrain

Selain menyerang dua kapal tanker, IRGC juga menyatakan telah menargetkan beberapa gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit, dan sebuah bangunan yang menampung pasukan AS di Pangkalan Al Juffair di Bahrain.

>>> Prancis vs Spanyol: Les Bleus Tak Siapkan Strategi Khusus Anti-Yamal

IRGC mengatakan serangan rudal dan drone tersebut merupakan bagian dari fase kedua 'operasi pembalasan' Iran yang diberi nama Nasr 2.