Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran meluncurkan serangan rudal terhadap dua kapal tanker di Selat Hormuz. Serangan itu menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan kapal tanker Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz.

>>> Warna Google Pixel 11 Bocor Lewat Daftar Amazon, Peluncuran Agustus

Insiden terjadi di dalam perairan teritorial Oman.

Serangan tersebut menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India. Delapan orang lainnya terluka, termasuk empat korban dengan luka serius.

Rudal juga memicu kebakaran di kedua kapal tanker. Otoritas setempat berhasil memadamkan api sehingga kerusakan tidak meluas.

>>> Kisah Sam Neill Reuni dengan Anak yang Pernah Diadopsikan Sebelum Meninggal

Kecaman dan Konteks Regional

Kementerian Pertahanan UEA mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Mereka menilai tindakan itu mengancam keamanan dan stabilitas regional.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan biaya terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz dan pemberlakuan blokade terhadap kapal-kapal Iran.

>>> Mitsubishi Siap Luncurkan Mobil Hybrid Perdana di Indonesia, Xforce atau Destinator?

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sebelum konflik kembali pecah pada Februari lalu, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi kawasan tersebut.