Harga minyak dunia melonjak sekitar 2 persen pada perdagangan Selasa (14/7) dan menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.

Kenaikan dipicu meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

>>> Pelatih Spanyol Curhat: Kualitas Prancis Luar Biasa

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$1,68 atau 2 persen menjadi US$84,98 per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,65 atau 2,1 persen menjadi US$79,79 per barel.

Kenaikan tersebut terjadi setelah Brent melonjak 9,6 persen pada sesi perdagangan sebelumnya, yang menjadi kenaikan harian terbesar sejak Mei 2020.

Harga minyak melesat usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dengan penguatan itu, harga minyak kini berada di level tertinggi sejak AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang pada 17 Juni 2026.

Eskalasi Konflik dan Dampaknya

Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan eskalasi terbaru meningkatkan premi risiko di pasar minyak.

"Eskalasi terbaru, termasuk pemberlakuan kembali blokade oleh AS dan respons Iran, jelas menambah risiko baru bagi pasar.

Meski Selat Hormuz belum sepenuhnya ditutup, tujuan yang saling bertentangan dari kedua pihak membuat prospek pasokan menjadi sangat tidak pasti," jelasnya.

>>> Tak Cuma Gigi, Lidah Juga Perlu Disikat: Ini Sederet Manfaatnya

Ketegangan terbaru dipicu setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UAE) dihantam dua rudal jelajah Iran di jalur selatan Selat Hormuz, wilayah perairan Oman, pada Senin (13/7).

Serangan itu menewaskan satu awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya.

Di sisi lain, Trump menyatakan pemerintahannya kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran.

Trump juga mengatakan Washington ingin memperoleh kompensasi dari negara-negara yang dilindungi AS dalam menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Militer AS juga melanjutkan serangan terhadap Iran untuk malam ketiga berturut-turut.

Dilaporkan, sedikitnya tujuh ledakan terdengar di Kota Bandar Abbas dan dua ledakan lainnya terjadi di Pulau Kish pada Selasa pagi.

Ketegangan di kawasan juga meluas setelah kelompok Houthi di Yaman meluncurkan rudal ke Arab Saudi.

>>> Halo Studios Batalkan Proyek Multiplayer Ekur

Serangan itu disebut sebagai balasan atas dugaan pemboman bandara yang dikuasai Houthi oleh Arab Saudi sehari sebelumnya.