Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Jika tidak dikelola dengan baik, penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius yang mengancam jiwa.

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor genetik, gaya hidup, gangguan hormon, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

>>> Juan Soto Jamin Francisco Lindor Kembali ke All-Star Musim Depan

Karena sering tidak menunjukkan gejala, hipertensi dikenal sebagai silent killer. Banyak penderitanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini.

Bahaya Hipertensi yang Tidak Terkontrol

Jika Anda didiagnosis hipertensi, tekanan darah harus dikontrol. Dokter biasanya meresepkan obat yang perlu diminum rutin dan menyarankan pengecekan tekanan darah secara teratur.

Hipertensi memang tidak bisa sembuh, tetapi bisa dikelola. Lalu, apa yang terjadi jika tekanan darah tidak terkontrol?

Berikut beberapa bahayanya.

1. Gagal jantung.

Pada penderita hipertensi, jantung dipaksa memompa darah lebih keras dari kapasitas normal. Lambat laun, otot dan dinding jantung menebal, sehingga jantung kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh.

Kondisi ini disebut gagal jantung.

2. Masalah ginjal.

Hipertensi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko gagal ginjal. Tekanan darah tinggi menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang lama-kelamaan merusak pembuluh darah di ginjal.

Akibatnya, kemampuan ginjal menyaring darah melemah.

3. Stroke.

>>> Big Cass Umumkan Kembali ke WWE pada 3 Agustus

Hipertensi merupakan salah satu penyebab stroke yang paling umum. Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah akibat tekanan darah yang terlalu tinggi.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu, mati rasa, dan kesulitan bicara.