Pemerintah Iran menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana mengenakan tarif 20 persen terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Teheran menyebut tarif tersebut terlalu tinggi.

>>> Pasar Mobil Indonesia Tumbuh 15,9% di Semester I 2026, BYD dan Jaecoo Mulai Colek Dominasi Jepang

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya akan menetapkan tarif yang lebih rendah jika benar-benar memungut biaya pelayaran di jalur strategis itu.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi melalui akun media sosial X pada Selasa (14/7/2026). Ia menanggapi pernyataan Trump yang menyebut AS sebagai "penjaga Selat Hormuz".

"POTUS benar sekali. Siapa pun yang menjamin pelayaran aman bagi kapal komersial di Selat Hormuz layak mendapat imbalan," ujar Araghchi.

"Iran senantiasa menjadi PENJAGA selat ini dan akan tetap demikian SELAMANYA," tegasnya. Ia menambahkan, "Tarif 20 persen tentu terlalu tinggi.

Kami akan bersikap adil."

>>> UEA Tuduh Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, Satu Awak Tewas

Trump Umumkan Blokade Iran

Sebelumnya, Trump mengumumkan AS akan kembali memberlakukan blokade terhadap Iran.

Ia juga mengancam tarif 20 persen untuk semua muatan kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai kompensasi perlindungan militer AS.

Melalui platform Truth Social, Trump menulis, "Hormuz TERBUKA dan akan tetap TERBUKA, dengan atau tanpa Iran."

"Kita memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, yang hanya menghentikan kapal Iran atau pelanggannya. Negara lain dapat menggunakan selat secara adil dan terbuka," lanjutnya.

Pertukaran pernyataan antara Washington dan Teheran ini kembali meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz.

>>> Warna Google Pixel 11 Bocor Lewat Daftar Amazon, Peluncuran Agustus

Jalur perairan tersebut merupakan rute pelayaran energi terpenting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari Teluk.