Perusahaan biofarmasi asal Jepang, Takeda, menegaskan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia. Dana sebesar USD30 juta atau sekitar Rp539 miliar akan digelontorkan.

Investasi tersebut difokuskan untuk membangun jaringan bank plasma. Langkah ini menjadi fondasi pengembangan industri produk obat derivat plasma (PODP) di Tanah Air.

>>> Android Auto Uji Tampilan Baru Kartu Media di Dashboard

Komitmen investasi ini mendapat sambutan positif dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pemerintah menilai investasi ini strategis untuk memperkuat sektor kesehatan nasional.

>>> Khitbah Adalah Proses Lamaran: Pengertian, Tujuan, Hukum, dan Tata Caranya dalam Islam

Bank plasma yang dibangun diharapkan memenuhi standar internasional. Keberadaannya akan mendukung ketersediaan bahan baku plasma untuk produksi obat-obatan derivat plasma.

>>> 8 Perumahan di Margonda, Depok yang Bisa Jadi Pilihan saat Cari Hunian

Dengan investasi ini, Takeda menunjukkan kepercayaan terhadap iklim investasi Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi di sektor biofarmasi.