Sepak bola menjadi media efektif untuk menyuarakan perdamaian. Pelatih Mesir Hossam Hassan dan penyerang Spanyol Lamine Yamal baru-baru ini menunjukkan dukungan mereka kepada Palestina.

Hassan membawa bendera Palestina di lapangan setelah timnya tersingkir oleh Argentina di Piala Dunia 2026. Aksi itu langsung menjadi sorotan dunia.

>>> Prancis vs Spanyol di Semifinal, Chapter Baru Duel Mbappe vs Yamal

Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Hassan menegaskan pembelaannya terhadap penderitaan warga Palestina. "Jika ada yang tidak merasakan penderitaan rakyat Palestina, mereka telah kehilangan bagian penting dari kemanusiaan," katanya.

Ia mendesak setiap orang yang memiliki pengaruh untuk membayangkan diri mereka atau anak-anak mereka mengalami kondisi seperti di Gaza.

"Situasi ini adalah noda pada hati nurani seluruh dunia," ujarnya.

Dukungan Lamine Yamal

Lamine Yamal, pemain termuda di Piala Dunia 2026, juga menunjukkan solidaritas. Ia mengibarkan bendera Palestina saat perayaan kemenangan Barcelona FC pada 11 Mei.

Yamal mengunggah foto dirinya melambaikan bendera di Instagram yang memiliki lebih dari 42 juta pengikut. Aksi itu menuai kritik dari Menteri Pertahanan Israel Israel Katz.

>>> Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Ojol yang Tewas saat Istirahat

Katz menuduh Yamal menghasut kebencian terhadap Israel. Ia meminta Barcelona menjauhkan diri dari tindakan Yamal.

Pemerintah Spanyol Membela

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez membela Yamal. "Lamine hanya mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol.

Ini alasan lain untuk bangga padanya," kata Sánchez.

Spanyol termasuk negara Eropa yang paling vokal mengecam agresi Israel di Gaza. Negara itu mengakui kedaulatan Palestina pada Mei 2024 dan menarik duta besarnya untuk Israel pada Maret.

Reaksi Israel

Israel kesal dengan dukungan Hassan dan Yamal. Media Israel melaporkan kemarahan atas solidaritas yang terus-menerus ditunjukkan pelatih Mesir itu.

>>> Mike Trout Kembali ke Philadelphia untuk All-Star Game MLB

Beberapa pihak berpendapat politik dan olahraga harus terpisah. Namun, mereka menekankan bahwa posisi tersebut bukan berarti mengabaikan tindakan Israel di Gaza.