Argentina dan Inggris akan bertemu pada semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan ini tidak hanya panas di lapangan, tetapi juga di ranah politik.

Isu Kepulauan Falklands atau Malvinas kembali mencuat dan memperkeruh rivalitas klasik kedua negara. Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, menegaskan klaim negaranya atas wilayah tersebut.

>>> IRGC Luncurkan Rudal dan Drone ke Gudang Senjata AS di Bahrain

Quirno menyatakan bahwa waktu tidak mengubah pendudukan ilegal menjadi kedaulatan. Ia menyebut Falklands sebagai janji antar generasi yang tidak akan ditinggalkan Argentina.

Pemerintah Inggris langsung merespons. Kantor Perdana Menteri menegaskan status kedaulatan Falklands tidak bisa diperdebatkan.

Juru bicara pemerintah Inggris berharap sepak bola tidak dicampur dengan politik. "Sepak bola seharusnya menyatukan, bukan memecah," ujarnya.

Setelah menang atas Swiss di perempat final, para pemain Argentina terlihat menyanyikan lagu bernada nasionalisme. Lagu tersebut menyebut kemenangan atas Inggris sebagai perjuangan untuk Malvinas.

>>> Mahasiswa IT Pembuat Aplikasi Pemprov Sumbar Hilang Misterius Sejak November 2025

Penyerang Argentina, Jose Manuel Lopez, mengakui laga ini sarat sejarah dan emosi.

"Di luar lapangan, ini pertandingan dengan banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di baliknya," ujarnya.

Meski begitu, Lopez menegaskan timnya tidak membutuhkan motivasi tambahan. "Ini semifinal Piala Dunia, pertandingan yang kami impikan sejak kecil," katanya.

>>> 12 Perawat di New York Di-PHK Setelah Rumah Sakit Gunakan AI

Pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah karena Lionel Messi akan menghadapi tim Inggris untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya.