Polisi mengungkap pengakuan terbaru dari MY (34), pria yang mengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku sedang menghadapi persoalan pribadi dalam hidupnya.

>>> Trump Klaim AS Akan Jadi Penjaga Selat Hormuz, Usul Tarif 20 Persen

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin mengatakan pelaku sempat menyampaikan rasa kecewa terhadap kondisi kehidupannya.

Namun, kekecewaan tersebut tidak berkaitan dengan pihak sekolah.

"Tapi sempat juga menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, tapi kekecewaan dalam hidupnya, bukan terhadap sekolah," kata Iman kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menambahkan pelaku juga mengaku memiliki utang pinjaman online (pinjol).

Meski demikian, penyidik belum menemukan kaitan antara persoalan tersebut dengan aksi ancaman bom yang dilakukannya.

"Ada juga (pinjaman online), tapi nggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik," ujarnya.

Polisi mengungkap MY merupakan orang tua dari salah seorang siswa di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

>>> DPR Buka Peluang Bentuk Lembaga Pengelola Aset dalam RUU Perampasan Aset

Setelah mengirim ancaman, pelaku bahkan sempat datang ke sekolah untuk menjemput anaknya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, MY mengaku mengirim ancaman tersebut hanya karena iseng.

Meski begitu, penyidik masih terus mendalami keterangan pelaku untuk memastikan motif sebenarnya.

Ancaman bom itu dikirim saat siswa dan guru tengah mengikuti upacara pada Senin (13/7) pagi.

Setelah menerima laporan, Tim Gegana bersama Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di lingkungan sekolah.

Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun bom di lokasi sekolah.

>>> Purbaya: Pemerintah Tetap Prioritaskan Anggaran Pendidikan 20 Persen dari APBN

Polisi kini melanjutkan proses penyidikan, termasuk pemeriksaan psikologis terhadap pelaku.