Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik membantah anggapan bahwa pidato Presiden Prabowo Subianto memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurutnya, kondisi politik saat ini tidak lagi memiliki pengaruh besar terhadap keputusan investasi di pasar modal.

>>> Tiga Anggota DPRD Diperiksa Polda NTT Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Jeffrey mengatakan korelasi antara aktivitas politik dan pergerakan pasar saham terus menurun seiring semakin matangnya ekonomi dan demokrasi suatu negara.

"Kalau kami melihat dari waktu ke waktu, korelasi antara politik dengan keputusan investasi itu semakin berkurang," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Ia mencontohkan bahwa pada tahun 1980-an, korelasi antara aktivitas politik dan pergerakan pasar masih tinggi, dan hal serupa juga terjadi di banyak negara maju.

Jeffrey menilai tren serupa juga terjadi di Indonesia. Bahkan di Amerika Serikat, hubungan antara dinamika politik dan pergerakan pasar saham disebut sudah semakin kecil.

>>> 5 Duel Kunci Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

"Kami melihat tren di Indonesia juga begitu, bahwa korelasi antara kegiatan politik dengan kegiatan investasi di pasar modal itu sudah tidak terlalu tinggi," jelasnya.

Menurut Jeffrey, keputusan investor saat ini lebih banyak dipengaruhi kondisi fundamental ekonomi dan ketidakpastian global dibandingkan dinamika politik domestik.

Ia mencontohkan berbagai sentimen global sepanjang satu tahun terakhir, seperti kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat, keputusan bank sentral AS (The Fed), dan konflik di Timur Tengah.

>>> Isu Malvinas Warnai Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina

"Dinamika-dinamika itu justru yang berdampak lebih langsung kepada pergerakan di pasar ketimbang hal-hal lain," pungkas Jeffrey.