Defisit kalori menjadi prinsip utama dalam menurunkan berat badan. Konsepnya sederhana: mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh setiap hari.

Dengan begitu, tubuh memanfaatkan cadangan energi, termasuk lemak, sebagai bahan bakar. Namun, banyak orang kesulitan mempertahankan pola makan karena rasa lapar yang muncul di sela waktu makan.

>>> Prancis vs Spanyol: Les Bleus Tak Siapkan Strategi Khusus Anti-Yamal

Padahal, defisit kalori bukan berarti harus menahan lapar sepanjang hari.

Kuncinya adalah memilih makanan yang tepat, yaitu yang tinggi protein dan serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

Rekomendasi Makanan Rendah Kalori dan Mengenyangkan

Oatmeal menjadi salah satu pilihan terbaik untuk sarapan. Dalam 40 gram oat kering terkandung sekitar 154 kalori, 5 gram protein, dan 4 gram serat.

Kombinasi protein dan serat membantu memperlambat pengosongan lambung.

Beberapa penelitian menunjukkan oatmeal saat sarapan dapat mengurangi rasa lapar dan menekan asupan kalori pada waktu makan berikutnya.

Sup ayam bening dengan banyak sayuran bisa menjadi menu makan siang atau malam yang mengenyangkan.

Gunakan dada ayam tanpa kulit sebagai sumber protein, lalu tambahkan wortel, kentang secukupnya, buncis, kol, brokoli, atau jamur.

Kandungan air yang tinggi pada sup juga membantu meningkatkan rasa kenyang. Menu ini rendah lemak namun mengandung karbohidrat kompleks, protein, vitamin, dan mineral.

Telur rebus termasuk makanan padat nutrisi dengan kalori rendah. Satu butir telur rebus ukuran besar mengandung sekitar 72 kalori dan 6 gram protein.

Protein dalam telur membantu meningkatkan rasa kenyang serta menurunkan kadar hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar. Sarapan dengan telur dapat membuat seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari.