Pernahkah Anda merasa perut kembali keroncongan padahal baru saja selesai makan satu atau dua jam yang lalu?

Fenomena ini cukup sering dialami dan tidak selalu berarti tubuh kekurangan energi.

>>> 7 Tips Bebas Pegal Saat Berdiri di Kereta Malang-Surabaya Terbaru 2026

Berdasarkan penelitian, rasa lapar dipengaruhi oleh jenis makanan, fluktuasi gula darah, dan hormon ghrelin. Kandungan protein dan serat dalam menu harian juga berperan penting menjaga durasi kenyang.

Beberapa jenis makanan justru memicu rasa kenyang hilang lebih cepat, sehingga Anda terdorong untuk terus ngemil. Berikut adalah kelompok makanan yang perlu diwaspadai.

Makanan Pemicu Rasa Cepat Lapar

Produk makanan ultra-proses (UPF) mengandung gula, garam, dan lemak tinggi namun minim serat. Rasa yang kuat membuat konsumen ketagihan dan rasa kenyang tidak bertahan lama.

Contoh UPF meliputi camilan kemasan, mi instan, nugget, sosis, sereal sarapan manis, minuman bersoda, dan fast food. Konsumsi rutin membuat metabolisme bekerja keras namun efek kepuasan semu.

Asupan tinggi gula sederhana seperti karbohidrat olahan juga menjadi penyebab. Makanan ini cepat diserap tubuh, menyebabkan lonjakan gula darah drastis diikuti penurunan cepat yang memicu sinyal lapar.

Contohnya roti putih, kue basah, pastry, donat, permen, cokelat batangan, dan sereal non-gandum utuh. Sarapan manis membuat Anda lemas dan lapar sebelum makan siang.

Minuman dengan pemanis tambahan tidak memberikan efek kenyang sekuat makanan padat. Otak sering tidak menganggap kalori cair sebagai "makanan", sehingga rasa lapar tetap muncul.

>>> 8 Film Luar Negeri Terbaru Tayang Juni 2026, Banyak Dicari Pecinta Sinema

Minuman yang perlu diwaspadai antara lain soda, minuman boba, kopi kekinian dengan gula tinggi, serta teh atau jus buah kemasan berpemanis.